MotoGP 2018

Menghitung Peluang Marquez Juara Dunia di MotoGP Jepang

Achmad Firdaus    •    16 Oktober 2018 00:25 WIB
marc marquezMotoGP 2018
Menghitung Peluang Marquez Juara Dunia di MotoGP Jepang
Marc Marquez (tengah) bertarung dengan Andera Dovizioso (kanan) dan Valentino Rossi di MotoGP Thailand 2018 (Foto: LILLIAN SUWANRUMPHA / AFP)

Jakarta: Kompetisi balap MotoGP 2018 tinggal menyisakan empat seri lagi. Itu berarti, hanya ada 100 poin maksimal yang bisa diraih pembalap.

Marc Marquez saat ini memimpin klasemen sementara dengan koleksi 271 poin. Pembalap Repsol Honda tersebut unggul 77 poin dari pesaing terdekatnya, Andrea Dovizioso di posisi dua. Marquez juga unggul 99 poin dari Valentino Rossi.

Ini berarti, Marquez hanya membutuhkan tambahan 24 poin untuk mengakhiri pertarungannya dengan Dovi dan Rossi, dua rider yang secara matematis masih bisa mengejar poin Marquez. 
 

Baca: Rossi Rela Rekornya Dipatahkan Marquez


Peluang Marquez untuk mengklaim gelar juara dunia lebih cepat tersaji pada seri ke-16 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, akhir pekan ini atau Minggu 21 Oktober 2018.

Ada dua skenario yang memungkinkan Marquez merengkuh gelar juara dunia MotoGP kelimanya atau yang ketiga secara beruntun di Jepang.

Skenario Pertama; Memenangi balapan di Motegi
Jika hal ini terjadi, maka, selisih poin Marquez dengan Dovi dan Rossi dipastikan lebih dari 75 poin. Itu berarti, Dovi dan Rossi tidak akan lagi bisa mengejar koleksi poin Marquez di tiga balapan tersisa --karena hanya 75 poin maksimal yang bisa mereka raih.

Skenario Kedua; Finis di belakang Dovi
Namun, untuk skenario kedua ini ada syaratnya. Untuk bisa keluar sebagai juara dunia, Marquez harus berharap Dovi finis di posisi lima atau lebih buruk, sedangkan Marquez finis tepat di belakang pembalap Ducati tersebut.

Kita ambil contoh, Dovi finis di posisi lima dan Marquez di posisi enam. Dengan skenario ini, maka poin yang diraih Marquez adalah 281. Adapun, Dovi mengumpulkan poin 205.

Dengan selisih poin 76, Dovi dipastikan tidak bisa mengejar poin Marquez meski menyapu bersih tiga seri tersisa dan Marquez gagal menambah poin di GP Australia, Malaysia dan Valencia.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana potensi Marquez keluar sebagai juara di Motegi?

Jika melihat statistik, Marquez punya peluang besar. Sebab, ia memiliki rekor impresif saat tampil di sirkuit sepanjang 2,4 km tersebut.

Sejak melakoni debut di kelas MotoGP pada 2013, Marquez hanya sekali gagal naik podium dalam lima kali tampil di Motegi. Rinciannya, sekali jadi juara (2016), tiga kali finis kedua (2013, 2014, 2017) dan finis di posisi empat pada MotoGP 2015.

Yang lebih spesial, Marquez juga memiliki kenangan indah di Sirkuit Motegi. Dua tahun lalu atau pada MotoGP musim 2016, Marquez sukses mengamankan gelar juara dunia ketiganya usai naik podium pertama di Jepang. Ia memenangi persaingan dengan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi yang terjatuh pada seri tersebut.

Rekor Dovi di Motegi
Jika Marquez punya rekor apik di Motegi, statistik Dovi tidak terlalu konsisten di Jepang. Dalam 9 kali balapan di Jepang pada kelas MotoGP, Dovi hanya tiga kali naik podium Motegi dengan tiga pabrikan berbeda --Honda, Yamaha dan Ducati.

Namun, yang perlu jadi catatan Marquez adalah, dari tiga podium yang diraih Dovi, dua di antaranya didapat pada dua musim terakhir. Bahkan, di musim lalu ia sukses menaklukkan Marquez untuk naik podium pertama Motegi.
 

Baca juga: Hansamu Yama: Bola Mati Hong Kong Patut Diwaspadai


Berkaca dari catatan musim lalu, bukan tidak mungkin Dovi akan kembali mengasapi Marquez di Motegi dan menunda pesta juara rider asal Spanyol tersebut.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan yang terjadi malah sebaliknya. Apalagi, Marquez saat ini tengah on fire dengan dua kali mempecundangi Dovi dan memenangi dua seri terakhir di Aragon dan Thailand.

Well bagaimana hasil balapan di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, nanti? Saksikan live race nya pada Minggu 21 Oktober mulai pukul 12:00 WIB.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Penerjemah Bahasa Isyarat Ini jadi Sorotan di Penutupan Asian Para Games



(ACF)