Tes MotoGP

Honda Bawa Basis Mesin Big Bang di Tes Valencia

Ahmad Garuda    •    16 November 2016 17:48 WIB
tes motogp
Honda Bawa Basis Mesin Big Bang di Tes Valencia
Dani Pedrosa mencoba mesin baru Honda yang dicurigai memiliki konfigurasi kerja big bang. Michelin

Metrotvnews.com, Valencia: Ada yang tak biasa di sesi tes resmi MotoGP di Valencia hari pertama yaitu Selasa (15/11/2016) kemarin. Yaitu suara mesin motor Honda yang lebih bass-nya keluar. Banyak yang curiga bahwa mereka membawa mesin dengan sistem big bang. Namun tidak menjelaskan alasan besar membawa mesin tipe bertolak belakang dengan gaya screamer itu.

Tentunya penting untik mengerti apa itu mesin screamer dan big bang. Untuk mesin screamer, memiliki jeda waktu pengapian yang sama antar silinder, jadi jika ada 4 silinder, maka dibutuhkan 720 derajat perputaran crankshaft, karena proses pengapian setiap silinder dilakukan setiap crankshaft berputar 180 derajat.

Beda lagi dengan big bang, jeda pengapian tiap silindernya lebih singkat. Sehingga piston memiliki waktu istirahat sebelum pengapian berikutnya. Di MotoGP, hanya butuh 90 derajat perputaran crankshaft untuk pengapian di 4 silinder.

Mesin big bang seakan-akan memberikan ban belakang waktu untuk mencengkram permukaan lintasan kembali karena transfer tenaga ada sedikit jeda. Karakternya lebih halus, tak meledak-ledak dan mudah dikendalikan saat keluar tikungan.

Berbeda dengan screamer yang transfer tenaga menuju roda sangat kuat, konstan dan membuat ban belakang biasa selip. Ban belakang harus bekerja ekstra keras dan pastinya akan cepat habis. Keunggulan mesin ini adalah sangat cepat di trek lurus.

Kedua karakter ini sebenarnya lebih terlihat pada zamannya GP500 bermesin 2-tak 500 cc, atau awal-awal mesin 4-tak digunakan. Karena saat ini gejala dan plus-minus setiap karakter tadi sudah banyak 'diakali' dengan beragam piranti elektronik. Bahasa sederhananya adalah mesin big bang karakternya lebih halus, sementara screamer lebih galak.

"Lantaran menggunakan mesin baru, butuh waktu bagi mekanik untuk melakukan setup tepat agar sesuai ekspektasi. Kami hanya melakukan sekali stint saja untuk mengerti cara kerja awalnya. Secara spesifik kami belum banyak melakukan ubahan atau pengujian detail. Kami ingin tahu perbedaan mendasar kedua karakter mesin ini," ujar Marc Marquez dan Dani Pedrosa sependapat.

Namun keduanya tak mengatakan bahwa itu mesin big bang atau bukan. Jika memang ada perubahan besar pada hasil yang mereka capai, artinya ini akan jadi pertimbangan besar bagi tim Repsol Honda untuk menurunkannya di MotoGP 2017.


(UDA)