MotoGP 2018

Alasan Marquez Sempat Loyo pada Awal Musim MotoGP 2017

A. Firdaus    •    20 Desember 2017 11:29 WIB
motogp 2017
Alasan Marquez Sempat Loyo pada Awal Musim MotoGP 2017
Pembalap Repsol Honda Marc Marquez (Foto: AFP)

Aalst: Pada perjalanannya menuju juara MotoGP 2017, pembalap Repsol Honda Marc Marquez sempat menemui kesulitan. Tak ayal pada beberapa seri ia kerap terjatuh atau mengalami kendala mesin.

Hal itu wajar menurut ketua teknisi Repsol Honda Santi Hernández. Teknisi yang khusus menangani motor Marquez ini menyadari, akan ada fase bagi juara dunia MotoGP empat kali itu untuk mengalami periode sulit.

Penyebabnya, pada 2017 Honda mengganti mesin Screamer ke Big Bang. Meski pada dasarnya konfigurasi kedua jenis mesin ini tidaklah berbeda, hanya saja pola kerja pengapian pistonnya yang cukup membuat pembalap kesulitan.

Klik di sini: Bonus Kevin/Marcus Tidak Masuk Program PBSI

"Pada bagian awal musim lalu banyak yang berkembang. Bagi para pembalap, segalanya berubah. Jadi sulit untuk mengerti karakter terbaru mesin yang ia gunakan," ujar Santi Hernandez kepada Motor Sport Magazine, Rabu 20 Desember 2017.

Mesin Big Bang memang dianggap lebih halus dan mudah dikontrol, beda dengan mesin Screamer yang lebih liar. Di sini Marquez harus mengerti lebih banyak dan tak boleh kaget mengapa proses kerja tenaga mesinnya sangat berbeda.

Klik di sini: LA Lakers Pensiunkan Jersey Kobe Bryant

"Pergantian mesin ini memang membutuhkan pengorbanan bagi pembalap. Meski sulit, saya pikir itu ide yang bagus. Sebab Big Bang memberikan pembalap beberapa hal yang sering kami hadapi," tuturnya.

Kini Big Bang sudah dipakai oleh para konstruktor MotoGP. Terkini KTM menjadi produsen terakhir yang mulai menggunakan mesin tersebut.

Pelatih di Balik Kesuksesan Kevin-Marcus
 


(ASM)