7 Catatan Menarik Jelang MotoGP Aragon

Gregah Nurikhsani Estuning    •    23 September 2018 12:55 WIB
MotoGP 2018
7 Catatan Menarik Jelang MotoGP Aragon
Dani Pedrosa. (Foto: MotoGP.com)

Aragon: Balapan MotoGP kembali bergulir akhir pekan ini. MotorLand Aragon Circuit akan menjadi saksi siapa yang tercepat pada seri ke-14.

Jorge Lorenzo tampil impresif pada sesi kualifikasi MotoGP Aragon, Sabtu 22 September. Sempat terseok-seok di sesi latihan bebas ketiga, pembalap asal Spanyol tersebut sukses menjadi yang tercepat alias meraih pole position di sesi kualifikasi.

Kepastian itu didapat Lorenzo setelah ia mencatatkan waktu tercepat, yakni 1 menit 46,881 detik. Catatan waktu itu juga membuatnya sukses mengalahkan Andrea Dovizioso.

Ada 7 hal yang wajib diketahui jelang seluruh pembalap salin beradu cepat. Berikut Medcom.id merangkumnya.

1. Jorge Lorenzo (Ducati) meraih pole position untuk keempat kalinya musim ini dari 14 seri. Total, ia telah mengoleksi 69 kali pole position sepanjang kariernya di MotoGP.

2. Ini merupakan pole position ketiga kalinya secara beruntun buat Lorenzo semenjak bergabung dengan Ducati pada 2017 silam. Ini menjadi yang pertama juga sejak 2012 (Aragon/Jepang/Malaysia).

3. Apa yang dicapai Lorenzo berimbas baik buat Ducati. Ini juga merupakan pertama kalinya pembalap Ducati meraih pole positions selama tiga kali beruntun setelah terakhir kali dilakukan Casey Stoner pada 2008 silam.

4. Marc Marquez (Repsol Honda) butuh satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor Mike Hailwood sebagai pembalap Honda yang paling sering memenangi race di MotorLand.

5. Keberhasilan Andrea Iannone (Suzuki Ecstar) meraih grid kelima merupakan raihan terbaiknya, menyamai hal serupa di Barcelona. Itu juga menjadi yang terbaik di Aragon setelah Maverick Vinales (sekarang Yamaha Movistar).

6. Momentum kebangkitan Dani Pedrosa? Pembalap asal Spanyol itu memenangi race di Aragon pada 2012 silam. Tahun ini, ia meraih posisi keenam pada kualifikasi, yang mana raihan tersebut adalah yang terbaik kedua setelah GP Spanyol (posisi kedua).

7. Nasib apes Johann Zarco. Posisi 14 yang diraihnya pada kualifikasi merupakan yang terburuk musim ini. Ini juga yang kedua terburuk setelah tahun lalu di Sachsenring menduduki grid ke-19.

Video: Indra Sjafri Telah Mengetahui Ciri Permainan Thailand