Teknis MotoGP

Tenaga Makin Besar, Tantangan Desainer Motor MotoGP

Ahmad Garuda    •    23 November 2016 12:21 WIB
teknologi motogp
Tenaga Makin Besar, Tantangan Desainer Motor MotoGP
Andrea Dovizioso merasakan tenaga motornya terlalu besar dan tak dapat dikendalikan tanpa bantuan sayap kecil. Ducati

Metrotvnews.com, Austria: Pelarangan sayap kecil di fairing atau windshield motor MotoGP, turut membuat tim teknis di MotoGP jadi bingung. Pasalnya sayap kecil atau winglet di motor MotoGP yang tahun ini banyak digunakan tim-tim balap, ternyata punya fungsi cukup vital.

Hal ini dibuktikan tim Yamaha dan Ducati. Mereka melihat bahwa fungsi sayap di motor mereka, ternyata sangat besar. Apalagi dengan tenaga motor yang sangat besar (sekitar 350 daya kuda), cukup membuat pembalap kesulitan mengendalikan motor saat berakselerasi.

Bagian ini pun jadi masalah besar yang bakal dihadapi semua tim balap di MotoGP. Apalagi jika berbicara tentang kesempatan untuk membuat motornya memiliki downforce (daya tekan ke bawah yang tercipta dari hambatan angin) yang lebih baik.

Berbicara tentang downforce, dinilai cukup krusial untuk bermanuver di tikungan-tikungan panjang (khusus untuk mobil balap seperti F1). Tapi untuk motor MotoGP, ini berfungsi untuk menekan bagian depan motor saat berakselerasi, sekaligus membuat tekanan ke roda belakang lebih besar. Sehingga traksi roda lebih baik.

Di sisi lain, winglet ini juga membuat bagian depan motor lebih stabil saat dilakukan pengereman. Menurut Andrea Dovizioso, Ducati tanpa sayap lebih liar dan secara otomatis risiko lebih besar.

Faktor lain yang mungkin bisa jadi solusi adalah besar tenaga motor. Desainer mesin KTM V4, Kurt Trieb, menyatakan bahwa, power motor terlalu besar saat ini. "Jujur saja tenaganya terlalu besar, dan terlalu kencang. Kalau saya, cukup lah mesin motor MotoGP hanya 600 cc saja tapi prototipe. Sistem elektroniknya dibatasi sedemikian rupa dan itu akan jadi sangat menarik dari sisi kompetisi. Tapi bukan berarti saya tidak suka mesin dengan kapasitas besar ya!"

Usul Trieb mungkin terlalu di luar ekspektasi. Lantaran jika ada spec down, maka tantangan mengendarai motor MotoGP bakal semakin mudah. Lantaran yang dibutuhkan adalah pembalap benar-benar matang secara fisik untuk mengendalikan tenaga besarnya.


(UDA)