Sean Gelael

Sean Optimistis Raih Podium di Shanghai

   •    03 November 2016 18:14 WIB
sean gelael
Sean Optimistis Raih Podium di Shanghai
Sean Gelael (Foto: Terbit)

Metrotvnews.com, Shanghai: Pembalap muda Indonesia Muhammad Sean Gelael cukup optimistis bisa meraih posisi podium pada ajang balap ketahanan enam jam LMP2 FIA Wolrd Endurance Championship seri ke delapan di Sirikuit Shanghai, Tiongkok, Minggu (6/11). 

Pembalap tim Jagonya Ayam KFC Indonesia yang membawa bendera tim Extreme Speed Motosport (ESM) itu akan berkolaborasi dengan pembalap Italia Antonio Giovinazzi dan pembalap Inggris Tom Blomqvist. Ini sekaligus menjadi reuni bagi ketiganya setelah pernah bersama-sama membela tim Jagonya Ayam with Carlin di ajang Formula 3 Eropa 2014.

Penampilan Sean di ajang balap FIA WEC ini merupakan yang kali kedua. Sebelumnya, pembalap yang baru merayakan ulang tahun ke-20 ini, sudah tampil pada seri ketujuh di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, dua pekan lalu. Ketika itu Sean yang berada satu tim dengan Antonio dan pembalap Belanda Giedo Van der Garde tampil cukup baik dalam debutnya dengan berhasil finis di posisi empat.

“Di Jepang, kami sudah sangat dekat dengan posisi podium. Sayangnya ada sedikit kesalahan yang membuat kami kehilangan waktu sekitar satu menit. Padahal, jarak antara pemimpin lomba dengan kami juga tidak lebih satu menit. Jadi, untuk balapan di Shanghai saya pikir posisi podium tetap dalam jangkauan kami,” kata Sean.

Sean juga merasa lebih nyaman dengan bergabungnya Tom Blomqvist. Pembalap yang saat ini masih berkiprah di ajang DTM BMW merupakan mantan rekan setimnya bersama Antonio pada balapan Formula 3 Eropa tahun 2014. Situasi ini juga menguntungkan tim karena ketiga pembalap cukup kompak dan sudah saling mengenal serta mengetahui karakter masing-masing.

“Giedo juga sebenarnya pembalap yang bagus. Dia punya banyak pengalaman dan pernah tampil di ajang Formula 1. Namun, saya lebih mengenal baik Blomqvist karena kami beberapa kali pernah berada satu tim dalam merintis karier balap. Ya, semua ada sisi positifnya dan saya berharap hasilnya juga bisa lebih bagus,” tambah Sean.

Untuk keandalan mobil, Sean menyebut tim ESM telah menyediakan mobil yang cukup kompetitif. Kerja sama tim juga berjalan sangat baik dan tanpa kendala berarti. Tim juga cukup puas dengan penampilan Sean, Antonio dan Giedo karena telah membuktikan bisa meraih hasil lebih baik dibanding tiga pembalap lain yang juga didukung ESM.

Mengenai kondisi sirkuit, Sean tak merasa khawatir dengan karakter Sirkuit Shanghai. Pembalap yang gemar musik hip-hop ini sebelumnya pernah menjajal sirkuit saat bertarung di ajang balap Formula Pilota tahun 2012. 

“Tentu adaptasinya akan lebih mudah dibanding saat tampil di Sirkuit Fuji Speedway untuk pertama kalinya. Sirkuit Shanghai cukup menantang karena setiap trek lurus diakhiri dengan tikungan tajam,” kata Sean.

Dengan karakter sirkuit seperti ini, maka ban depan akan memiliki beban kerja yang lebih berat. Sirkuit ini dibangun dengan biaya sekitar 459 juta USD. Sirkuit Shanghai sangat unik karena bentuknya menyerupai karakter huruf Tiongkok “Shang”, yang berarti ketinggian.

Bagi Sean ajang balap FIA WEC ini menjadi pemanasan sekaligus pembelajaran sebelum menghadapi balapan penutup GP2 di Abu Dhabi. Sean juga akan mengikuti seri terakhir FIA WEC di Bahrain. Pada ajang GP2, Sean yang tergabung di tim Pertamina Campos Racing, saat ini berada di peringkat 15 dengan raihan 24 poin. Hasil terbaik Sean, yakni finis kedua di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Video: Sean Gelael Siap Tampil di WEC 2016 Seri Tiongkok
 


(RIZ)