Sean Gelalel -- Jagonya Ayam KFC Indonesia

Norman Nato Kembali Sumbang Poin

Valentinus Reza    •    16 Juli 2017 21:47 WIB
sean gelael
Norman Nato Kembali Sumbang Poin
Pembalap Pertamina Arden, Norman Nato (Foto: Dok. Sean Gelael)

Metrotvnews.com, Silverstone: Norman Nato kembali menyumbang poin untuk tim Pertamina Arden yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia pada balapan Sprint Formula 2 di sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu 16 Mei. Pembalap asal Prancis ini menyelesaikan balapan di posisi enam dan berhak mendapat empat angka.

Sementara itu, Sean Gelael, rekan setim Norman Nato kurang beruntung. Pembalap berusia 20 tahun ini kehilangan kesempatan besar meraih poin karena mobilnya melintir pada putaran terakhir. Sean saat itu sudah dalam zona poin di posisi delapan besar. Namun sayang, momentum meraih poin seperti pada balapan Feature hari Sabtu lepas seketika.

BACA: Tampil Gemilang, Lewis Hamilton Juara GP Inggris

Tak lama setelah safety car masuk pit dan balapan kembali dilanjutkan, mobil Sean tiba-tiba melintir keluar lintasan.

Gelar juara diraih pembalap DAMS, Nicholas Latifi. Sementara posisi podium kedua dan ketiga diisi dua pembalap tim Russian Times, yakni Luca Giotto dan Artem Markelov. Pimpinan klasemen pebalap, Charles Leclerc harus puas finis di posisi kelima. Pembalap tim Prema Racing ini secara mengejutkan disalip pembalap tim Rapax Sergio Canamasas di tikungan terakhir jelang garis finis.

Balapan di Sprint Race secara umum berlangsung mulus dan tidak banyak insiden. Nato yang start dari posisi ketujuh dan Sean yang memulai balapan dari posisi kesembilan bisa menyodok satu posisi ke depan setelah pembalap MP Motorsport Jordan King keluar dari lintasan dan tidak bisa melanjutkan balapan.

Pembalap asal Inggris ini terhempas keluar lintasan setelah adu cepat dengan pembalap DAMS Oliver Rowland. Aksi ini kemudian diinvestigasi penyelenggara balapan dan memutuskan untuk menghukum Rowland penalti lima detik karena menyebabkan King keluar lintasan. Hukuman ini menyebabkan Rowland kehilangan posisi keempat karena setelah dihukum lima detik posisinya melorot ke urutan sepuluh.

Pada lap ke-19, pembalap Campos Racing Ralph Boschung mengalami insiden. Mobilnya melintir keluar lintasan saat berupaya menyusul pembalap ART Grand Prix, Alexander Albon. Akibat insiden ini, mobil pengaman terpaksa masuk lintasan. Para pembalap pun dipandu mobil pengaman sampai putaran ke-20 atau satu lap jelang balapan berakhir.

Pada saat restart inilah, mobil Sean tiba-tiba melintir. Sean pun kehilangan posisi kedelapan dan harus puas finis di urutan 17. Dalam kontak radio, Sean mengatakan, setelah pengereman dia buka gas dan tiba-tiba mobil melintir. 

Tim Pertamina Arden masih mengevaluasi data. Kondisi ban yang dingin juga diduga menjadi penyebab mobil melintir seketika. Sebaliknya, situasi ini menguntungkan pembalap Rapax, Nyck De Vries dan pembalap ART Noboharu Matsushita. Keduanya masuk zona poin dan meraih angka.

Yang menarik, penyelenggara balapan juga sempat mengumumkan penyidikan untuk mobil pengaman. Dalam situasi balapan yang tinggal menyisakan satu putaran, biasanya balapan tetap dilanjutkan dan diselesaikan dengan panduan mobil pengaman. Buat pembalap memang bukan situasi yang mudah karena kondisi ban juga mulai dingin setelah mengurangi kecepatan dengan panduan mobil pengaman.

 


(KRS)