Fahri Hamzah Serang PDIP di Twitter?

- 25 Maret 2014 18:13 WIB
Sekjen PKS Fahri Hamzah--Ant/Yudhi Mahatma
Sekjen PKS Fahri Hamzah--Ant/Yudhi Mahatma
Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah berharap masyarakat tak lupa atas berbagai tindakan yang diambil PDIP saat berkuasa pada 2001-2004. Sejumlah kebijakan tidak populer diambil saat itu oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

"Saya sudah ingatkan masyarakat lewat tweet saya di Twitter," jelas Fahri, Senin, 24 Maret 2014.

Lewat tujuh cicitannya dengan hashtag #MelawanLupa, ia memaparkan kebijakan-kebijakan pemerintah saat dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri, mulai dari penjualan satelit ke Singapura melalui Indosat. "Dulu kau jual satelit negara kami ke Singapura melalui jualan Indosat dengan murah," demikian Fahri memulai kicauannya.

Ia melanjutkan, "Dulu kau jual aset-aset kami yang dikelola BPPN dengan murah (hanya 30% nilainya) ke asing. Dulu kau jual kapal tanker VLCC milik Pertamina lalu Pertamina kau paksa sewa kapal VLCC dengan mahal. Dulu kau jual gas Tangguh dengan murah (banting harga) ke China (hanya US$3 per mmbtu). Sekarang, kau ngomong lagi soal nasionalisme, setelah kader-kader kau banyak yang korup," demikian kicauan berantai Fahri

"Dan sekarang, untuk mengatrol suaramu yang terpuruk, kini kau umpankan si `Kotak2' #MelawanLupa'. `Semoga saja, rakyat kini tak lagi terbuai oleh janji-janji manismu. PDIP, termasuk Jokowi, harus bisa menjelaskan kebijakan itu sekarang. Sebab kalau memang itu benar, berarti akan terulang lagi. Kecuali diakui salah', ia menambahkah tweet-nya.

Di kesempatan berbeda, Ketua DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan kritik yang dilontarkan Fahri Hamzah kepada PDIP terlalu memaksakan diri. Eva menilai Fahri melepaskan kritik di luar konteks persoalan yang terjadi pada saat PDIP berkuasa. "Konteksnya jangan dilepas dalam menilai masa lalu. Presiden Megawati saat itu hanya menerima mandat dari MPR," ujar Eva.

Eva mengatakan, pada masa pemerintahan Megawati, presiden wajib menjalankan GBHN. Presiden juga bertanggung jawab sepenuhnya kepada MPR, bukan kepada partainya ataupun partai lain di DPR. Dengan kata lain, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Megawati atas sepengetahuan MPR, yang terdiri dari berbagai partai politik. (Media Indonesia)
lal
KUMPULAN BERITA TERKAIT PEMILU 2014
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA PEMILU
MORE
  • Berburu Batu Aji di Gunung Hijau (3)

    Berburu Batu Aji di Gunung Hijau (3)

    Siapa yang menduga gunung Singgah Mata di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ternyata menyimpan kekayaan alam bernilai tinggi. Masyarakat…

  • Ada Apa dengan AC Milan?

    Ada Apa dengan AC Milan?

    Nama AC Milan sebagai klub besar Eropa mulai dipertanyakan, AC Milan memang benar-benar dalam masa sulit, tidak hanya terpuruk dalam klasemen Serie A…

  • Cara Budidaya Tanaman Hias Miana dan Mawar

    Cara Budidaya Tanaman Hias Miana dan Mawar

    Taman di tengah kota bisa menjadi tempat bersantai bahkan berolahraga bagi warganya, taman-taman yang dihiasi oleh puluhan tanaman hias berbagai jenis…

  • Del Piero vs Trezeguet di ISL

    Del Piero vs Trezeguet di ISL

    Metro Sport: Del Piero dan David Trezeguet, resmi merumput di India Super League (ISL), ketajaman duo legenda Juventus tersebut belum…