Jelang SEA Games 2017

Atlet Angkat Besi Siap Tempur

Media Indonesia    •    01 Juli 2017 11:36 WIB
sea games 2017
Atlet Angkat Besi Siap Tempur
Eko Yuli Irawan. (Foto: Ant/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Entry by name atlet yang akan berlaga di SEA Games Kuala Lumpur 2018 telah ditutup hari ini Sabtu 1 Juli.

Tim pelatnas angkat besi pun telah mengantongi nama-nama lifter yang akan mewakili Indonesia pada multiajang terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Manajer angkat besi, Alamsyah Wijaya, mengatakan akan ada lima atlet yang berangkat. Namun, untuk nama-nama, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengatakan baru akan mengumumkannya secara resmi pada Senin 3 Juli.

Namun, dua nama yang dipastikan berangkat ialah peraih perak Olimpiade Rio 2016, Eko Yuli Irawan, dan peraih emas SEA Games Myanmar 2013, Deni.

"Kami sudah memasukkan nama-nama atlet. Nanti Senin kami umumkan nama-namanya. Ada lima atlet yang sudah diusulkan dan hari itu saya ke Bandung untuk umumkan nama-nama tersebut di depan tim," ujar Alamsyah di Jakarta, kemarin.

Baca: Diguyur Hujan, Hector Barbera Kuasai FP2


"Peluang emas itu ada di Eko (62 kg) dan Deni (69 kg). Kami harapkan dua atlet ini bisa mencapai target tersebut," lanjutnya.

Alamsyah mengatakan, persaingan di Asia Tenggara saat ini sudah lebih merata dan tidak ada yang menonjol.

Namun, menurut Alamsyah, dari para partisipan, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Myanmar ialah tim yang harus paling diwaspadai.

Baca: Friksi Hamilton - Vettel Bagus untuk F1


"Karena di tingkat dunia juga kami sudah sering bertemu mereka. Paling kalau di tingkat Asia hanya Tiongkok dan Kazakhstan yang menjadi tambahan saingan kita," sambung Alamsyah.

Di tengah mepetnya persiapan, skuat angkat besi sejatinya juga dilanda berbagai kendala. Selain tempat latihan yang harus berpindah dari Pusat Latihan Olahraga (Olympic Centre) di kawasan Cibubur ke Bandung, dana akomodasi atlet hingga kini juga belum diberikan. Akibatnya, para atlet sering mengeluh.

"Persiapan jujur saja berantakan. Kami mengalami masalah dalam pendanaan, akomodasi, dan konsumsi. Uang akomodasi hingga saat ini belum dibayar, untuk dana hotel penginapan para atlet saja belum dibayar. Padahal, kami sudah menalangi Rp600 juta. Kalau tidak dibayar juga kami tidak bisa masuk hotel dan melakukan pelatnas," papar Alamsyah.

Video: Cuaca Panas, Petenis Siprus Nyaris Pingsan
 


(ASM)