Pembalap Tour de Banyuwangi-Ijen Hadapi Etape Terekstrem

Tri Kurniawan    •    29 September 2017 06:05 WIB
itdbi banyuwangi banyuwangi
Pembalap Tour de Banyuwangi-Ijen Hadapi Etape Terekstrem
Screenshot: Race manual ITdBI 2017

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Medan etape 3 International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017 paling berat dibandingkan 3 etape lainnya. Pembalap akan menghadapi lintasan menanjak dengan jarak 116,3 kilometer.

Berangkat dari Pelabuhan Ikan Muncar dengan latar belakang perahu nelayan, pembalap akan finish di kaki Gunung Ijen yang berada di ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut, Jumat 29 September 2017.



Tanjakan menuju Gunung Ijen salah satu yang terekstrem di Asia karena ketinggiannya melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Di lereng menjelang kaki Gunung Ijen, pembalap harus melewati kemiringan 45 derajat.

Davide Rebellin, pembalap dari Kuwait-Cartucho.es, yang finish pertama di etape 1, mengatakan, etape 3 berbeda dengan karakternya. Rebellin memiliki spesialisasi dalam rute-rute classics di Eropa yang biasa digelar sebelum grand tour.

"Besok saya akan berusaha sekuat tenaga karena itu sangat menentukan. Saya punya tim dan dukungan yang sangat bagus," kata Rebellin, pembalap berusia 46 tahun asal Italia.


Davide Rebellin. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Matthew Zenovich, pembalap sepeda dari tim St George Continental, mengakui balapan di Indonesia sangat menguras tenaga karena cuaca panas. ITdBI 2017 merupakan ajang balap sepeda di Indonesia yang pertama ia ikuti.

Di etape 3, ia memahami tantangan akan lebih berat. "Saya akan terus berusaha," ujar pemenang etape 2 ITdBI 2017 itu.

Pembalap Indonesia, Aiman Cahyadi dari Team Sapura Cycling, Jamal Hibatullah (KFC Team), dan Odi Purnomo Setiawan (PGN Road Cycling Team), juga bertekad menjadi yang tercepat di etape 3. Jamal yang dikenal sebagai raja tanjakan, membuat strategi bersama tim.

"Sebelum menanjak kami akan full supply. Kami atur stamina sejak start. Lalu ada yang mengamankan pembalap yang paling depan," kata Jamal.

Jamal punya pengalaman di etape ini saat ITdBI 2016. Meski sampai finish, ia mengaku kewalahan karena baru naik menjadi pembalap senior. "Kalau sekarang saya sudah lebih siap," tambah pria berusia 20 tahun itu.


Jamal Hibatullah (kiri). Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Odi, jago tanjakan di tim PGN, akan berusaha tidak tertinggal terlalu jauh dari pembalap paling depan. Menurut dia, kekompakan tim juga akan menentukan kemenangan di etape ini.

"Kalau tertinggal jauh akan sulit mengejar. Kalau pun pembalap kuat, tapi jalan ke atas itu sempit," katanya.

Chairman ITdBI 2017 Guntur Priambodo menilai, di etape 2 pembalap lebih main aman. Banyak raja tanjakan menyimpan tenaga untuk di etape Muncar-Ijen.

Karena itu, ia memprediksi balapan di etape 3 akan lebih seru. Pembalap akan sekuat tenaga menjadi yang tercepat karena etape ini sangat menentukan juara ITdBI.

Menurut dia, rider asing yang punya peluang menang di etape ini seperti Rebellin, Jai Crawford (Kinan Cycling Team), Victor Nino dan Jahir Perez, pembalap asal Kolombia di Team Sapura Cycling. Sedangkan pembalap Indonesia yang mungkin bersaing antara lain Dadi Suryadi (Terengganu),  Bambang Suryadi (BRCC), dan Hari Fitrianto (CCN).

"Stage 3 akan lebih seru karena penentuan juara. Rata-rata climber menyimpan tenaga untuk stage 3," kata Guntur kepada Metrotvnews.com, Kamis 28 September.

 


(TRK)