Jelang Asian Games 2018

Inasgoc Harus Transparan

Media Indonesia    •    20 Juli 2017 07:53 WIB
asian games 2018
Inasgoc Harus Transparan
Wisma Atlet Kemayoran dalam proses penyelesaian. Foto: Metrotvnews.com/Juven M Sitompul

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi X DPR berencana menggelar kembali rapat kerja dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) malam ini untuk membahas permohonan anggaran yang dibutuhkan untuk Asian Games 2018. Panitia Besar Asian Games 2018 (Inasgoc) diminta untuk transparan soal kebutuhan dan penggunaan anggaran.

Untuk Asian Games 2018, dana yang diminta Kemenpora untuk Inasgoc sebesar Rp1,5 triliun. Menurut anggota Komisi X Esti Wijayanti, seandainya permohonan itu diloloskan, tetap akan ada catatan yang diberikan pihaknya.

"Kami minta Inasgoc nanti transparan soal berapa dana yang didapat dari luar APBN," kata Esti, kemarin.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan Inasgoc harus terbuka soal pemasukan dan penggunaan anggaran. Karena mau bagaimanapun, kata Esti, Inasgoc ialah yang berwenang untuk mengelola dana yang didapat. Menurutnya, dana yang didapat dari pihak sponsor akan menjadi pertimbangan jumlah dana yang akan diberikan pemerintah ke Kemenpora.

Baca: PUPR tidak Tahu Kemenpora Minta Tambahan Anggaran


"Namun, kami belum dengar berapa yang didapat dari sponsor. Inasgoc saat rapat pekan lalu belum mengungkapkannya secara rinci. Saya hanya dengar target pemasukan dari sponsor itu Rp1 triliun," kata Esti.

Esti memastikan DPR mendukung penuh Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan, karena itu adalah hajat besar yang membawa nama negara.

"Kami paham Asian Games 2018 butuh anggaran yang tidak sedikit. Selama dalam kajian kami anggaran itu sudah diefisienkan semaksimal mungkin, begitu juga dengan penggunaannya, tentu kami mendukung penuh. Hanya saja, kami tetap melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tutur Esti.

Baca: Data dan Fakta Wisma Atlet Kemayoran


Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan Inasgoc akan mendapat Rp300 miliar dari dana realokasi untuk pembangunan Olympic Center di Cibubur, Jawa Barat. Surat permohonan realokasi itu sudah disetujui Kementerian Keuangan. "Nanti surat itu dikasih ke DPR. Sementara itu, kebutuhan dana lainnya sangat tergantung Banggar," kata Gatot.

Sudah 94%

Di sisi lain, proyek pembangunan wisma atlet di Kemayoran, Jakarta, dan Kompleks Olahraga Jakabaring Palembang, Sumatra Selatan, terus dikebut. Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin menyatakan hingga Juli 2017, progres pembangunan wisma atlet di Kemayoran telah mencapai 94%.

Syarif menjelaskan pihaknya berharap seluruh proyek pembangunan bisa selesai akhir 2017. Setelah pembangunan fisik selesai, nantinya pihaknya juga akan melengkapi bangunan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung seperti mebel, tempat tidur, meja, dan kursi serta pendingin ruangan.

"Kami targetkan akhir tahun ini bisa selesai pembangunannya," ujar Syarif, kemarin.

Untuk Asian Games 2018, Kementerian PU-Pera membangun 10 tower di kawasan Kemayoran. Lokasinya berada di blok C sebanyak 3 tower dan 7 tower blok D.

Video: Thomas Lebas Juara Umum Tour de Flores 2017




(ASM)