PON 2016 Cabang Tenis Lapangan

Ukir Sejarah, Papua Raih Medali Emas Tenis Lapangan

Roni Kurniawan    •    27 September 2016 19:17 WIB
pon 2016
Ukir Sejarah, Papua Raih Medali Emas Tenis Lapangan
Esmid M. Rasyid Ridho/Septiana Nurzahiroh ukir sejarah di ajang PON 2016 (Foto: MTVN/Roni)

Metrotvnews.com, Bandung: Provinsi Papua berhasil mengukir sejarah di cabang olahraga tenis lapangan dengan meraih medali emas di nomor ganda campuran ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Sejarah, karena sejak multievent empat tahunan ini bergulir, Papua belum sekalipun meraih keping medali emas di cabor tenis lapangan.

Torehan sejarah itu dipersembahkan pasangan Esmid M. Rasyid Ridho/Septiana Nurzahiroh. Di partai final, pasangan gado-gado tersebut berhasil menghempaskan pasangan tuan rumah Jawa Barat, Nuradim Ramdani/Rifanti Dwi Kahfiani dua set langsung 6-3 dan 6-3.

Bertanding di Lapangan Tenis Taman Maluku, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa 27 November 2016, pada set pertama pasangan Papua sebenarnya cukup kewalahan meladeni permainan ganda tuan rumah. Namun, komunikasi apik yang ditunjukkan pasangan Papua dalam bermain, mampu mengejutkan Jabar. Pasangan Papua pada set pertama unggul dengan skor 6-3.

Memasuki set kedua, tuan rumah mencoba menyamakan kedudukan. Beberapa kali servis keras yang dilakukan Rifani mampu membuat Jabar di atas angin untuk unggul.

(Baca juga: Perahu Pemantau Lomba Layar Bocor, Penumpang Panik)

Akan tetapi, permainan apik pasangan Papua yang cukup sabar menghadapi big serve dan netting yang dilakukan Jabar, membuat mereka kembali unggul telak di set kedua dengan skor sama, 6-3.

Sontak, keunggulan dua set langsung itu cukup mengejutkan dan mengantarkan Papua untuk kali pertana meraih medali emas. Hasil tersebut sangat disyukuri pasangan Papua yang tak menyangka bisa menumbangkan wakil tuan rumah yang bermain di hadapan pendukungnya.

"Ya, alhamdulillah kita bisa mendapatkan medali emas untuk Papua. Apalagi lawan di final ini tuan rumah, banyak pendukungnya juga. Tentu kita bangga bisa menang di tanah legenda ini," ujar Esmid usai pertandingan.

Sementara itu, Manajer Tim Papua Muhammad Samodo Alui mengaku cukup terkejut dan bangga atas raihan medali emas itu. Terlebih hal tersebut menjadi catatan sejarah bagi Papua.

"Ini emas pertama dalam sejarah kita di cabor tenis lapangan selama mengikuti PON. Saya bersyukur dan bangga buah kerja keras selama ini berakhir manis," kata Samodo di tempat yang sama.
 
Video: Final Squash Diwarnai Kericuhan


(RIZ)