Jelang Asian Games 2018

Nomor 62 Kilogram Dilombakan, Eko Yuli Kebut Persiapan

Monica Felicitas Gracia V    •    19 Maret 2018 21:22 WIB
angkat besiolah raga
Nomor 62 Kilogram Dilombakan, Eko Yuli Kebut Persiapan
Lifter Eko Yuli (Istimewa)

Jakarta: Upaya kelas 62 kilogram cabang olahraga angkat besi agar bisa dipertandingkan di Asian Games 2018 terpenuhi. Lifter nasional Eko Yuli yang akan turun di nomor spesialisasinya itu, kebut persiapan demi terget medali emas.

Indonesia akhirnya kembali bisa berhitung pencapaian medali emas di Asian Games. Peluang itu kembali terbuka dari cabang angkat besi kelas 62 kilogram. Indonesia memang punya jagoan di nomor tersebut lewat lifter andalannya, Eko Yuli. 

Ditemui di mess pemusatan latihan nasional, Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Angkat Berat Seluruh Indonesia  (PB PABBSI) Joko Pramono, menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan semua instansi dengan dipertandingkannya kembali kelas 62 kg.

Baca juga: Pertarungan Do or Die di Semifinal IBL 2018

"Karena ini adalah nomor andalan house country. Bukan mau diistimewakan, tapi di Asia banyak yang menggunakan nomor itu," ujar Joko kepada Medcom.id, Senin 19 Maret 2018.

Dikatakan Joko, dengan ditambahkannya nomor kelas 62 kg, Indonesia tidak memiliki kewajiban menambahkan di kelas lainnya. Lebih lanjut Joko menjelaskan, dalam persiapannya, Eko Yuli, tetap berlatih seperti biasa, karena keputusan Dewan Olimpiade Asia (OCA) sudah diprediksi PB PABBSI.

"Semua berjalan seperti rencana awal, begitu juga dengan pola kepelatihan yang tetap. Kita waspadai banyak kawan-kawan dari pimpinan yang menanyakan mengenai negara yang mau ikut di kelas 62 kg ini, karena ini kelas favorit. Yang bertarung kuat dari beberapa negara di antaranya Korea Selatan dan Jepang. Itu saingan Indonesia," jelas Joko.

Baca juga: Pelatih Kelas Dunia Harry Marra Arsiteki Cabor Atletik

Joko menambahkan, informasi dipertandingkannya kelas 62 kg  sudah didengar sang lifter, Eko Yuli. Menurut Joko, Eko memiliki mental kuat dan dikatakan fisik Eko juga siap. Bahkan dalam tiga hari belakangan,  Eko telah bergabung untuk berlatih bersama atlet Pelatnas PB PABBSI lainnya, pasca terkena tipus.

"Tinggal waktu yang ada kami kejar," tandas Joko.

Direncanakan, pada 3 April mendatang, seluruh atlet Pelatnas PB PABSSI bertolak ke Lampung untuk melakukan Training Camp (TC). TC di Lampung nantinya berakhir akhir Juli. Kemudian dilanjutkan menuju Tiongkok hingga 14 Agustus, beberapa hari jelang Asian Games dimulai pada 18 Agustus mendatang.

"Harapan kami setidaknya bisa meraih dua emas. Kami mempunyai banyak kuda hitam," kata Joko.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Metro TV Gelar Road To Heritage Run
 


(RIZ)