ASEAN Basketball League (ABL) 2017--2018

CLS Knights Masih Dijauhi Dewi Fortuna

Krisna Octavianus    •    07 Januari 2018 22:46 WIB
asean basketball league
CLS Knights Masih Dijauhi Dewi Fortuna
Mario Wuysang tampil gemilang menghadapi Chong Son tapi belum mampu mengantarkan kemenangan untuk timnya. (Foto: ist)

Surabaya: Dewi Fortuna belum menaungi CLS Knights Indonesia pada pertandingan keenam mereka di ajang ASEAN Basketball League (ABL) melawan Chong Son Kung Fu, Sabtu 6 Januari malam WIB. Melawan tim asal negeri Tirai Bambu tersebut, CLS Knights Indonesia takluk dengan skor 86-83. 

Pertandingan ini merupakan duel perdana diantara kedua tim yang juga sama-sama baru pertama kali mengikuti ajang Kompetisi ASEAN Basketball League (ABL) musim ini.

Pada kuarter awal CLS Knights Indonesia berhasil unggul atas lawannya 27-20. Bahkan pada kuarter pertama ini, beberapa kali skuat asuhan Koko Heru Setyo Nugroho tersebut berhasil menghujani Chong Son Kung Fu dengan tembakan tiga angka. Dari sepuluh kali percobaan enam di antaranya berbuah angka. 

Sayangnya pada kuarter kedua tuan rumah tidak mampu menjaga margin keunggulannya. Chong Son Kung Fu yang unggul secara postur badan akhirnya dapat mengejar dan bahkan berbalik memimpin 41-40 pada akhir menit kuarter kedua. 

Pertarungan kedua tim kembali sengit selepas half-time. Kali ini CLS Knights Indonesia yang unjuk gigi. Aksi dunk Decorey Aaron Jones pada pertengahan menit kuarter tiga menjadi titik balik penyemangat CLS Knights, sekaligus membuat gemuruh penonton yang memadati GOR Kertajaya. Point guard cadangan CLS Knights, Arif Hidayat juga menjadi penentu saat tembakan tiga angkanya beberapa detik menjelang kuarter tiga usai, berhasil masuk sekaligus memperlebar jarak keunggulan atas Chong Son Kung Fu menjadi 64-60.

Salah satu penyebab kendurnya permainan CLS Knights dikarenakan banyaknya kesalahan (turnovers) yang mereka lakukan. Total delapan kali membuat turnovers. ,Sedangkan Tim asal Tiongkok itu dapat meminimalis kesalahan dengan hanya melakukan dua turnovers saja.

Sayangnya, pada kuarter penentuan, CLS Knights kembali takluk ditangan Chong Son Kung Fu satu setengah bola saja (86-83). Dengan demikian CLS Knights Indonesia kembali menelan kekalahan untuk yang kelima kalinya.

Anthony  Tucker menjadi pendulang angka terbanyak bagi timnya dengan torehan 22 poin, sepuluh rebound, dan delapan assist. Di kubu CLS Knights, Mario Wuysang menjadi top performer bagi timnya dengan raihan 19 angka, tujuh rebound, dan lima assist.

“Ini merupakan salah satu pertandingan terberat yang pernah saya alami. CLS Knights memberikan perlawanan yang sangat bagus di hadapan supporter mereka yang fantastis. Kadang dalam basket kita butuh yang namanya keberuntungan dan pada hari ini keberuntungan ada di pihak kami,” komentar Anthony Tucker.

“Game yang sangat bagus dan luar biasa untuk kedua tim. Saya berikan apresiasi untuk para pemain saya dan juga tentunya tuan rumah CLS Knights Indonesia. Energi fans mereka luar biasa dan Mario Wuysang dan para pemain CLS Knights lainnya juga tampil gemilang di game ini. Saya kagum dengan organisasi CLS Knights Indonesia yang mampu mengorganisasi tim dan fansnya yang fanatik,” ungkap pelatih Chong Son Kung Fu berkewarnegaraan Kanada, Dube Brais Charles.

Meski kalah, Pelatih CLS Knights Indonesia, Koko Heru Setyo Nugroho, mengapresiasi penampilan para pemainnya dan membuktikan kepada semuanya bahwa sebenarnya tim Indonesia bisa bersaing dalam level basket Asia.

“Kita sebenarnya bisa bersaing dengan lainnya. Kami memang mengalami kekalahan tapi kita bisa bersaing dengan Slingers yang menjadi runner-up musim lalu, juga dengan Hong Kong Eastern dan kali ini dengan tim asal Tiongkok, Chong Son Kung Fu. Basketball God tidak berpihak kepada saya, tapi kami masih optimistis menatap game selanjutnya,” papar Koko dihadapan awak media.

“Buat kita game kali ini seperti menghadapi tim yang notabene basketnya jauh lebih baik dari kita. Awalnya mungkin kami seperti menghadapi sesuatu hal yang tidak mungkin. Kami cuma ingin menjaga rumah kita (dan juga bermain untuk fans) dengan menampilkan apa yang terbaik. Tapi ternyata game tadi menurut saya luar biasa, terlepas memang kami kalah. Tapi selalu ada hal pembelajaran dari setiap game. Kedepannya kita harus menjaga “attitude bermain” dan komunikasi di lapangan harus lebih baik lagi. Seperti kata coach Koko, selalu ada kesempatan pada game selanjutnya dan asa itu selalu kami jaga hingga kompetisi selesai, ” ungkap Kapten tim CLS Knights Indonesia, Sandy Febiansyakh.

Pada pertandingan selanjutnya CLS Knights Indonesia akan menghadapi Singapura Slingers pada tanggal 14 Januari 2018 di GOR Kertajaya.

 


(KRS)