Bocah asal Solo Jadi Juara Karate Internasional di Belgia

Pythag Kurniati    •    25 November 2018 13:19 WIB
karate
Bocah asal Solo Jadi Juara Karate Internasional di Belgia
Nandana Putra Purnama saat ditemui di rumahnya. Nanda membawa piala kemenangannya dalam ajang 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege 2018 di Herstal, Belgia. (Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati)

Solo: Haru. Demikian yang dirasakan Nandana Putra Purnama (11) saat namanya disebut sebagai juara pertama dalam ajang kejuaraan karate internasional, 3rd edition of International Karate Open of Province de Liege 2018 di Herstal, Belgia.

"Tidak menyangka. Saya sempat menangis, terharu," tutur bocah yang akrab disapa Nanda itu saat ditemui di rumahnya, Jalan Ponconoko 1, Tipes, Serengan, Solo.

Menurut Nanda ajang 3rd edition of International Karate Open of Province De Liege 2018 berlangsung 14 hingga 21 November 2018. Ia mengatakan, Indonesia mengirimkan 18 orang yang tergabung dalam tim karate pelajar  Indonesia pada pertandingan tahunan tersebut.

Baca: Warriors Raih Kemenangan Beruntun, Rockets Telan Kekalahan Beruntun

Nanda menjadi salah satunya. Laki-laki kelahiran tahun 2007 itu berhak mewakili Indonesia ke Belgia setelah meraih Juara I putaran final Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Yogyakarta.

Nanda ditetapkan sebagai juara setelah menumbangkan 17 lawan dari berbagai negara di dunia dalam kategori kata (peragaan). Sedangkan pada pertandingan kumite, bocah yang bersekolah di SD Al-Islam 2 Djamsaren Solo itu berhasil mengalahkan 32 lawannya.

Seluruh proses, lanjut Nanda, sama sekali tidak mudah. Lantaran kebanyakan lawan berperawakan besar dan tinggi. Kontingen asal Prancis, akunya, merupakan lawan terberat.

"Kesulitan memang. Karena saya kecil, sering dihadang (oleh lawan)," tutur laki-laki kelahiran Solo, 6 September 2007 tersebut.

Putra pasangan Rohman Sidik Purnomo dan Nuryati itu juga harus beradaptasi dengan dinginnya suhu udara di Belgia. Suhu, kata dia, bahkan pernah mencapai 0 derajat celcius.

Namun bukan Nanda jika menyerah begitu saja. Bermodalkan kemampuan dan mental baja, Nanda berhasil membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional.