Jelang Asian Games 2018

Fungsi Satlak Prima Resmi Digantikan KONI

Kautsar Halim    •    18 Oktober 2017 17:14 WIB
kemenporaasian games 2018
Fungsi Satlak Prima Resmi Digantikan KONI
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kanan), Menpora Imam Nahrawi (kiri), Ketua Komite INASGOC Erick Thohir (tengah), dan Wamenkeu Mardiasmo (kanan) memberikan keterangan kepada

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) resmi dibubarkan. Selanjutnya, fungsi lembaga yang bertugas mengontrol prestasi atlet Tanah Air itu akan digantikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Seperti tertuang dalam rilis Kemenpora, keputusan peralihan tugas itu disahkan dalam rapat khusus yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) pada Rabu 18 Oktober pagi WIB. Hasil rapatnya terdiri dalam sembilan poin dan salah satunya adalah mengganti Satlak Prima dengan KONI.

"Wakil Presiden meminta KONI melakukan fungsi pengawasan pada peningkatan prestasi olahraga dengan tujuan agar target pencapaian prestasi olahraga Indonesia di Asian Games 2018 dapat tercapai di 10 besar dengan jumlah mendali emas yang harus lebih banyak dari yang dipaparkan dari rapat tersebut," tulis di poin keempat hasil rapat.


Klik: Tahapan Pertolongan Pertama Sesaat Setelah Insiden Terjadi Saat Laga


Kontribusi Ahmad Sutjipto selaku Ketua Satlak Prima tetap direspons positif oleh JK. Ia dianjurkan untuk tetap mengabdi terhadap pembangunan olahraga Tanah Air dan mendapat tugas baru semisal menjadi penasehat KONI Pusat.

"Wakil Presiden menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ahmad Sucipto selaku Kasatlak PRIMA," tulis sebuah pernyataan pada hasil rapat poin kedua.


Klik: Beda Nasib Ganda Campuran Indonesia


Selain membahas peralihan tugas, rapat khusus juga membicarakan masalah anggaran yang kerap menjadi buah bibir di kalangan para pengurus cabang olahraga (cabor). Rencananya, JK akan bertemu dengan pimpinan cabor dalam waktu dekat ini agar mendapat laporan yang lebih konkret.

Kemenpora sudah melaporkan bahwa Prima sudah menggunakan Rp253 miliar dari total anggaran 2017 yang mencapai 499 miliar. Berdasar hasil rapat, KONI dan cabor-cabor tertentu boleh memanfaatkan sisa dana tersebut dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, anggaran untuk 2018 disebutkan bakal menyentuh angka Rp735 miliar.

Wacana pembubaran Satlak Prima sudah terdengar sejak September lalu. Itu terjadi lantaran Indonesia gagal memenuhi target untuk minimal mengisi posisi empat di ajang SEA Games 2017 Malaysia. (RO)

 


(KAU)