ISG 2017

Kemenpora Menargetkan Indonesia Menembus Peringkat Dua di ISG 2017

Alfa Mandalika    •    05 April 2017 19:41 WIB
olahraga
Kemenpora Menargetkan Indonesia Menembus Peringkat Dua di ISG 2017
Gatot S Dewa S Broto. (Foto: MI/ Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap atlet Indonesia yang dikirimkan ke Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 di Baku, Azerbaijan, 8-22 Mei bersinar dan mampu membawa kontingen Merah Putih berada di papan atas.

"Sasaran kami bisa berada di peringkat dua," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto di media center Kemenpora, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Bukan tanpa alasan pemerintah menargetkan prestasi itu. Sebab, pada kejuaraan solidaritas negara-negara Islam sebelumnya, Indonesia yang saat itu menjadi tuan rumah sukses menjadi juara umum dengan pencapaian 36 medali emas, 35 perak, dan 34 perunggu.
    
Namun, kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya. Persiapan yang dilakukan terbilang kurang maksimal karena Indonesia juga dihadapkan dengan SEA Games 2017 Malaysia hingga persiapan untuk menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

Baca: Promosi Asian Games 2018 Mulai Gencar di Palembang


Pada ISG ke-4 ini, Indonesia bakal turun di 13 dari 20 cabang olahraga yang dipertandingkan yang di antaranya adalah menembak, taekwondo, polo air, selam, wushu, judo, senam, angkat besi, renang, atletik dan paraatletik. Untuk cabor sepak bola, Indonesia hanya menjadi tim cadangan. Padahal, pada kejuaraan yang sama sebelumnya, timnas Indonesia merupakan runner up kejuaraan solidaritas negara-negara Islam itu.
    
Terkait sepak bola, Gatot menjelaskan jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pucuk pimpinan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Pihaknya berharap KOI segera membuat keputusan supaya PSSI dalam hal ini timnas Indonesia tidak menunggu kepastian terlalu lama.
    

Baca: Praveen/Debby Penasaran dengan Owi/Butet


"Di Prima tidak mengenal tim cadangan. Cabang olahraga yang jelas dikirim yang bakal dibiayai pemerintah. Kecuali KOI atau PSSI akan menanggung biaya sendiri untuk sepak bola," katanya menambahkan.

Pihak penyelenggara telah menetapkan delapan negara yang bakal bersaing di cabang olahraga sepak bola yaitu tuan rumah Azerbaijan, Oman, Aljazair, Arab Saudi, Turki, Kamerun, Maroko dan Palestina.

Terkait dengan anggaran, Gatot menjelaskan pemerintah telah menyiapkan dana Rp10 miliar. Dana tersebut ditetapkan sebelum penetapan berapa cabang olahraga yang bakal dikirim dan akan digunakan untuk tranportasi, akomodasi dan uang saku.
   
Untuk jumlah atlet yang bakal dikirim tanpa pemain sepak bola sebanyak 104 orang. Jumlah ini menurun cukup jauh dibandingkan dari keterangan pihak KOI sebelumnya yaitu bakal mengirim 140 atlet. Saat ini, persiapan atlet telah dilakukan Satlak Prima.

Video: Keterlambatan Uang Saku tak Pengaruhi Latihan Atlet Dayung



(ASM)