Jelang Asian Para Games 2018

Mengenal Bola Voli Duduk, Salah Satu Cabor di Asian Para Games 2018

Kautsar Halim    •    28 September 2018 20:45 WIB
asian para games
Mengenal Bola Voli Duduk, Salah Satu Cabor di Asian Para Games 2018
Suasana latihan tim bola voli duduk Indonesia (Foto: Kautsar Halim/Medcom.id)

Jakarta: Bola voli duduk adalah salah satu cabang olahraga yang bakal dipertandingkan di ajang Asian Para Games 2018. Kategori olahraga permainan ini hanya berbeda sedikit dengan bola voli pada umumnya.

Medcom.id berkesempatan mendapat penjelasan secara langsung dari Matsuri yang memang bertugas sebagai pelatih timnas bola voli duduk Indonesia. Menurut dia, perbedaan yang signifikan hanya posisi bermain serta ukuran lapangan.

Sesuai dengan namanya, olahraga penyandang disabilitas ini tentu dilakukan dengan posisi duduk. Bahkan, jika terpantau wasit, memukul bola dengan posisi pantat terangkat akan dianggap pelanggaran dan poin pun didapat lawan.

Ukuran lapangan bola voli duduk lebih kecil ketimbang bola voli normal, yakni hanya 6x10 meter. Kendati demikian, terdapat perbedaan untuk tinggi net kategori putra dan putri. 

"Tinggi net putra 1,15 meter. Sedangkan tinggi net putri 1,05 meter. Jadi, ada selisih 10 cm untuk kategori putra dan putri," ujar Matsuri di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Kamis 27 September.

Menariknya, pukulan servis untuk bola voli duduk ini boleh langsung diblok lawan. Lalu, apabila berhasil diblok dan bola masih berada di daerah sendiri pun masih bisa diolah dengan tiga kali sentuhan. 

Menyentuh garis di bawah net masih diperbolehkan dalam bola voli duduk. Pasalnya, tentu sulit untuk tidak menyentuh garis ketika dalam posisi duduk. Kemudian, bagian tubuh lain juga bisa digunakan untuk memukul bola, misalnya dengan gerakan menendang atau menyundul.

Sama dengan bola voli normal, bola voli duduk juga dimainkan enam orang dan terdapat enam pemain cadangan. Namun dalam tiap timnya hanya boleh memainkan satu pemain bertipikal MD atau minimal disabilitas.

"Minimal disabilitas itu kondisi kaki yang tidak normal tapi masih ada bentuknya. Misalnya seperti itu," papar Matsuri sambil menunjuk kapten tim, Nasrullah, yang kakinya tampak kecil sebelah.

"Selain itu, untuk kondisi VS1 (atau hanya memiliki satu kaki) bisa digantikan kapan pun," tambahnya.

Untuk penghitungan poin dipastikan tidak ada yang berbeda dengan bola voli normal. Satu setnya dihargai dengan 25 poin dan tiap tim wajib menang sebanyak tiga set untuk mengukuhkan diri sebagai pemenang. Apabila kedudukan imbang 2-2, maka set kelimanya dimainkan hingga poin 15.

Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas



(FIR)