Pebalap Motor Profesional Kini Berprestasi di Para-cycling

   •    17 Oktober 2018 16:48 WIB
Asian Para GamesBintang Arena Asian Para Games 2018
Pebalap Motor Profesional Kini Berprestasi di Para-cycling
Atlet Para Sepeda Balap M Fadli Immamuddin saat berlatih di Velodrome, Jakarta. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)

Jakarta: Tak banyak yang tahu Fadli Immamuddin atlet para sepeda balap (para cycling) peraih medali di Asian Para Games 2018 dulunya adalah pebalap motor profesional. Insiden tabrakan saat perhelatan Asian Road Race pada 2015 membawa Fadli kini tanding menjadi salah satu atlet disabilitas mewakili Indonesia.

Fadli menuturkan, 2015 silam ia tengah merasa di zona paling nyaman sebagai pebalap motor profesional. Lalu seketika hancur setelah mengalami kecelakaan dan harus merelakan satu kakinya untuk diamputasi.

"Saat itu saya merasa sudah di pinggir (lintasan) tiba-tiba dari tengah langsung ditabrak. Mungkin tidak sengaja dan akhirnya seperti ini, saya punya dunia baru," ujarnya dalam Newsline Metro TV, Rabu, 17 Oktober 2018.

Fadli mengaku saat itu mungkin ia bernasib buruk namun di waktu yang bersamaan ia juga mendapatkan kebahagiaan. Anak pertamanya lahir setelah insiden menyakitkan tersebut.

"Anak saya secara tidak langsung suporter terbesar saya meskipun dia belum bisa bicara. Istri, orang tua, mertua, teman dekat, dan dukungan tim juga membuat saya bangkit," ungkapnya.

Tak pernah terpikirkan oleh Fadli bakal menjadi salah satu atlet disabilitas yang berjuang untuk Indonesia. Ia bahkan tak berniat menjadi atlet sepeda balap dan sempat berpikir akan kembali ke lintasan balap sepeda motor.

Setelah melalui proses perawatan dan pemulihan pascainsiden tabrakan, Fadli memutuskan untuk mengisi waktu luangnya dengan bersepeda. Ia pun kemudian rutin bersepeda meski untuk berjalan pun ia masih harus dibantu dua buah tongkat di kiri dan kananya.

"Awalnya hanya keliling kompleks, semakin jauh, semakin jauh, sampai saat ini," kata dia.

Meski mengalami keterbatasan secara fisik, Fadli bertekad untuk tetap semangat untuk aktif kembali berkegiatan dan hal pertama yang ia temukan pascapemulihan adalah sepeda. 

Menurut dia tak begitu sulit untuk beradaptasi dengan sepeda. Jika dulu adrenalinnya disalurkan melalui balap motor kini ia hanya perlu mengaplikasikannya ke sepeda.

"Bagaimana pun saya punya keluarga, tidak boleh patah semangat dan cukup sampai di sini saya harus aktif kembali. Dan hasilnya alhamdulillah di balap sepeda ini," pungkasnya.




(MEL)