Jelang Asian Games 2018

Anggaran Asian Games Harus Efisien

Media Indonesia    •    26 Juli 2017 10:16 WIB
asian games 2018
Anggaran Asian Games Harus Efisien
Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Di tengah minimnya anggaran penyelenggaraaan Asian Games 2018, efisiensi menjadi hal yang harus dilakukan Inasgoc.

Komisi X DPR meminta Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengelola anggaran dengan prinsip akuntabilitas dan efisiensi. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya di sela-sela kunjungan ke Sekretariat Inasgoc, kemarin.

"Fungsi kami dalam pengawasan akan tetap berjalan. Begitu pula dengan fungsi legislasi dan penganggaran," kata Riefky. Komisi X, lanjut Riefky, telah menyetujui penambahan anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017 sebesar Rp1,5 triliun.

"Anggaran itu masih dalam pembahasan Badan Anggaran DPR," ujar Riefky. 

Inasgoc, menurut Riefky, juga akan mengajukan anggaran Rp2,7 triliun dalam APBN 2018 untuk penyelenggaraan Asian Games. "Anggaran yang ada di kas negara hanya Rp1,7 triliun. Mereka mengajukan Rp2,7 triliun, yang akan dibahas dalam APBN 2018 pada Agustus," kata Riefky.

Menurutnya, saat ini pimpinan DPR masih menunggu surat Kementerian Keuangan terkait dengan anggaran yang bersumber dari dana realokasi olympic center, termasuk Rp300 miliar untuk tambahan Inasgoc. "Surat itu akan disposisi ke Komisi X dari pimpinan DPR dan kami akan membahasnya Agustus mendatang," kata Riefky.

Baca: AJC 2017, Indonesia Targetkan Satu Gelar di Nomor Perorangan


Di lain pihak, Ketua Inasgoc 2018 Erick Thohir mengatakan pertemuan dengan Komisi X itu merupakan kelanjutan rangkaian dari rapat kerja dengan Kemenpora, Senin (24/7). Menurut Erick, dalam pertemuan kali ini Komisi X menanyakan lebih detail karena kami bagian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Mereka menanyakan apakah ketua tim pengarah, wakil, dan stafnya mendapatkan gaji? Kami bilang tidak karena anggarannya tidak ada," katanya. 

Erick juga menyampaikan kekurangan anggaran kebutuhan Inasgoc pada APBN 2018 akan diperoleh dari dukungan sponsor. "Masih ada kekurangan anggaran antara Rp900 miliar sampai Rp1 triliun. Kami mengutamakan Rp300 miliar hingga Rp500 miliar dari sponsor," kata Erick.

Baca: Gregoria Mariska Absen di Nomor Perorangan AJC 2017


Rapat kerja Kemenpora dengan Komisi X DPR, Senin (24/7), membahas tambahan usulan RAPBN-P 2017 yang diajukan Kemenpora sebesar Rp402,565 miliar serta realokasi pemanfaatan tambahan belanja prioritas tahun anggaran 2017 Kemenpora sebesar Rp465 miliar.

Runding ulang

Lebih jauh, Erick mengatakan Inasgoc akan merundingkan kembali kontrak tuan rumah Asian Games 2018 ke Dewan Olimpiade Asia (OCA) menyusul penggunaan dana sponsor. "Sesuai kontrak, tuan rumah penyelenggara Asian Games dan OCA berhak atas 50% dari dana yang diperoleh dari sponsor. Dana sponsor itu juga baru dapat dicairkan setelah pembukaan Asian Games yang tentu saja tidak sesuai dengan pengelolaan anggaran kami," katanya.

Erick mengatakan perundingan ulang kontrak tuan rumah itu merupakan langkah untuk menyesuaikan efisiensi anggaran. "Lebih baik kami menyelesaikan negosiasi itu agar dapat menggunakan dana dari pihak sponsor jika terdapat kekurangan dana pada 2018," kata Erick.

Inasgoc, lanjut Erick, akan mengirim surat terkait dengan perundingan ulang itu sebelum rapat koordinasi penyelenggara ketujuh pada Agustus 2017. "Dalam satu hingga dua pekan ini, kami akan mengirimkan surat sehingga dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Agustus sudah akan ada kepastian," ujar Erick.

Video: Komisi X Ingatkan Akuntabilitas dan Efisiensi Anggaran Asian Games
 


(ASM)