Kemenpora Ajak Masyarakat Redam Hoaks Asian Para Games 2018

Rendy Renuki H    •    08 Oktober 2018 16:27 WIB
berita kemenpora
Kemenpora Ajak Masyarakat Redam Hoaks Asian Para Games 2018
Forum diskusi yang digelar Kemenpora untuk meredam peredaran berita hoaks (Medcom.id/Rendy Renuki)

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengajak masyarakat meredam berita hoaks soal Asian Para Games 2018. Hal itu disampaikan langsung Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorum Niam saat menggelar forum diskusi bertema "Hoaks dan Masa Depan Pemuda Indonesia" di Kantor Kemenpora, Senin 8 Oktober.

Niam mengatakan peredaran konten hoaks dalam tiga bulan terakhir sejak Agustus terus mengalami peningkatan tajam. Terutama di jejaring sosial yang banyak bertebaran gambar hoaks mendefinisikan ajang multievent para disabilitas yang kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat, tak seperti Asian Games 2018.

Padahal, pantauan Medcom.id pada Senin sore di Istora Senayan dan Stadion Akuatik GBK, tempat pertandingan bulu tangkis dan renang Asian Para Games banyak masyarakat yang mendukung langsung para atlet. Tak seperti beberapa gambar hoaks yang beredar di sosial media yang memperlihatkan suasana sepi euforia Asian Para Games 2018.

"Itulah pentingnya kita bijak di dalam penyampaian informasi. Jangan sampai perbedaan pilihan, budaya dan semacamnya kita termakan informasi yang menyesatkan publik," kata Niam, Senin 8 Oktober.

"Dalam tiga bulan terakhir, tren penyebaran berita hoaks meningkat tajam. Tentunya, saya mengajak para pemuda menghentikan hoaks, sekarang kita ciptakan situasi yang kondusif," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, Kemenpora telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran hoaks ini. Hal terpenting, kaya Asronun adalah menggerakkan para pemuda ke arah yang lebih positif, salah satunya dengan menggelar diskusi pencegahan hoaks bersama para pakar dan generasi muda.

"Pemuda harus diedukasi, kita juga meminta mereka untuk saling mengingatkan kabar-kabar hoax. Kalau tidak dihentikan, yang rugi itu bangsa," tutup Niam.

 


(REN)