PON 2016 Jawa Barat

Kerap Terjadi Kericuhan, Menpora Evaluasi PON 2016

Alfa Mandalika    •    22 September 2016 18:17 WIB
pon 2016
Kerap Terjadi Kericuhan, Menpora Evaluasi PON 2016
Ofisial dan pendukung atlet Wushu Jabar melakukan protes terhadap kinerja wasit usai pertandingan. (Foto: Ant/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bakal mengevaluasi penyelenggaraan Pekan Olahraga (PON) XIX tahun 2016 di Jawa Barat menyusul banyaknya insiden kericuhan dalam ajang olahraga empat tahunan itu.

"Besok saya akan undang PB PON, Gubernur, Wakil Gubernur, Pangdam, Kapolda, seluruh CdM (ketua kontingen) dan KONI untuk evaluasi di Bandung," kata Imam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Ia mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengetahui penanganan masalah selama penyelenggaraan PON termasuk mencari akar masalah yang menyebabkan adanya keributan antarsuporter, pemukulan, protes dan boikot.

"Ini akan kami evaluasi besar-besaran. Tentu ini tidak boleh berulang lagi dan saya sudah 'warning' (ingatkan) KONI pusat sebagai kepanjangan tangan pemerintah di sana. Jangan sampai mencederai semangat PON yang ingin menjunjung sportivitas dan fair play," sambungnya.

Baca: Jabar Tambah Dua Emas Lewat Sepatu Roda


Imam menyayangkan adanya kericuhan itu karena PON merupakan perang prestasi dan bukan perang otot atau emosi. Setelah evaluasi, Imam akan membuat regulasi yang ketat untuk menghindari kericuhan atau menjadikan PON sebagai ajang mencari bonus, adu gensi antardaerah atau ajang reuni.

"Kita ingin PON menjadi ajang nasional yang diikuti atlet maksimal 23 tahun," katanya.

Imam juga akan membatasi transfer atlet antardaerah dan bonus agar bonus diberikan sesuai dengan kemampuan daerah. Sebelumnya, kericuhan terjadi di cabang olahraga polo air saat pertandingan semifinal Jawa Barat melawan Sumatera Selatan. Namun, kericuhan ini merembet ke bangku tribun penonton.

Baca: Tak Puas dengan Panpel Renang Indah, DKI Jakarta akan Lapor ke FINA


Bahkan, rekaman kericuhan di tribun penonton tersebut sudah menyebar di media sosial. Kericuhan juga terjadi pada final wushu Sanda kelas kelas 52 kg puteri yang mempertemukan Rosalina Simajuntak dari Sumatera Utara melawan Selviah Pertiwi dari Jawa Barat yang berakhir dengan skor 2-1.

Ketua Pengrov Wushu Jawa Barat Edwin Sanjaya yang merasa tidak puas dengan keputusan wasit langsung turun ke lapangan, bahkan nekat naik ke atas matras dan mengajak seluruh wasit untuk berkelahi. Merasa tidak dilayani, Edwin memprovokasi penonton Jawa Barat untuk turun ke lapangan.

Kerusuhan baru berakhir setelah petugas keamanan turun ke lapangan, akibat kericuhan tersebut pertandingan babak final wushu terpaksa dihentikan selama 1,5 jam. (Ant).

Video: Tim Basket Putri Jateng Kalahkan Papua

 


(ASM)

Jakarta Raih Sembilan Medali Emas Lewat Atletik
PON 2016 Jabar Cabor Atletik

Jakarta Raih Sembilan Medali Emas Lewat Atletik

27 minutes Ago

Sebelumnya, Jakarta memang sudah menyabet tujuh medali pada hari pertama, Kamis 23 September la…

BERITA LAINNYA