Jakarta Lahirkan Juara Dunia Baru MMA

Rendy Renuki H    •    23 September 2018 05:17 WIB
olahraga
Jakarta Lahirkan Juara Dunia Baru MMA
Joshua Pacio berhasil merebut gelar juara dunia kelas strawweight One Championship. (istimewa)

Jakarta: Gelaran turnamen tarung bebas Mixed Martial Art (MMA) bertajuk One Championship di Jakarta melahirkan juara dunia baru. Joshua Pacio, petarung asal Filipina keluar sebagai juara dunia baru kelas strawweight usai mengalahkan sang juara bertahan asal Jepang Yoshitaka Naito, Sabtu 22 September malam.

Pacio memenangi duel lewat perhitungan angka yang dilaluinya dalam lima ronde di Jakarta Convention Center (JCC). Kombinasi striking pukulan dan tendangan yang dilancarkan petarung 22 tahun itu terbukti mampu merepotkan Naito.

Ia kerap berhasil menggagalkan jurus andalan Naito yang lebih sering bermain bawah. Alhasil, teknik grappling (kuncian lengan, kaki, atau leher) yang dilancarkan Naito mampu diredam Pacio yang mempersiapkan pertarungannya dengan Naito selama dua bulan.

"Terus terang saya sangat senang dengan hasil. Butuh waktu yang lama untuk mendapatkan gelar ini, ini hasil latihan kerja keras yang saya lakukan selama ini," tutur Pacio usai duel.

Sementara, petarung Indonesia Stefer Rahardian mendapatkan tren buruk setelah menelan kekalahan beruntun. Petarung dari sasana Bali MMA itu dikalahkan wakil Tiongkok Peng Xue Weng dalam pertarungan tiga ronde kelas strawweight.

Klik: Terhempas di Semifinal, Kevin/Marcus Merasa Dirugikan Hakim Servis


Kekalahan itu membuat petarung MMA asal Jakarta tersebut kini memiliki catatan rekor 9-2. Sebelumnya, Stefer terlebih dahulu mengalami kekalahan dari petarung Filipina, Rene Cataalan pada Agustus lalu.

Stefer yang dijuluki "The Lion" itu kerap gagal melancarkan grappling kepada Peng. Sebaliknya sang lawan yang memiliki disiplin olahraga gulat justru terus mengajak Stefer bermain terbuka dengan mengandalkan striking pukulan dan tendangan.

"Lawan memang cukup bagus. Selain itu pada pertarungan tadi saya juga mencoba hal baru, bukan hanya grappling. Tapi hasilnya memang belum maksimal," ujar petarung 31 tahun itu.

Pada duel lainnya, Sunoto mampu memenangi duel sesama petarung Indonesia, Victoria Senduk, di kelas bantam. Ia berhasil memenangi duel dengan hasil submission (kuncian) saat baru memasuki ronde kedua.

"Saya senang bisa menang di Jakarta. Setelah kalah, saya kembali dengan kemenangan. Ini membuktikan Sunoto masih menjadi salah satu petarung terbaik Indonesia," kata Sunoto.

Sementara, petarung putri Tanah Air, Priscilla Hertati Lumban Gaol mampu meraih kemenangan. Ia mengalahkan lawannya asal Filipina, Jomary Torres di kelas atomweight.

Ia mengalahkan sang lawan lewat pertarungan penuh tiga ronde. Sama-sama mengandalkan kombinasi striking dan grappling, Priscilla sempat membuat goyah lawan di ronde kedua.

Sayang, ia gagal memaksimalkan situasi untuk bisa mengunci Torres di ronde kedua. Pemenang pun harus ditentukan juri lewat sistem penilaian.

 


(REN)