SEA Games 2017

Evaluasi Pelatih atas Penampilan Tim Panahan Indonesia

Kautsar Halim    •    19 Agustus 2017 13:04 WIB
sea games 2017
Evaluasi Pelatih atas Penampilan Tim Panahan Indonesia
Sri Ranti. (Foto: MTVN/Istimewa)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Pelatih Tim Panahan Indonesia, Nurfitriyana Saiman, mengevaluasi penampilan anak-anak asuhnya di ajang SEA Games 2017. Menurutnya, Indonesia masih berpeluang menambah medali dari nomor lain di cabang olahraga (cabor) yang digelutinya.

Indonesia sudah mendapat tiga medali dari cabor panahan. Dua keping medali emas berasal dari Sri Ranti dan Prima Wisnu Wardhana, sedangkan perunggu oleh Dellie Thresyadinda. Masing-masing medali itu disumbangkan setelah memainkan nomor compund putra dan putri.

Klik: Agus Prayogo Sumbang Perak Perdana untuk Indonesia

Tren negatif baru terlihat ketika Dellie dan Wisnu dikombinasikan untuk memainkan nomor mix double. Saat itu, keduanya dibungkam pasangan Myanmar Min Swe/Aung dengan skor tipis 153-154 pada fase penyisihan, Jumat 18 Agustus.

"Wisnu/Dellie memang tidak ditargetkan meraih medali di nomor itu karena saingan mereka cukup berat," kata Nurfitriyana menanggapi kegagalan anak asuhnya.

"Meski kalah di babak penyisihan, tetapi mereka telah menunjukkan kemajuan prestasi. Poin yang dicapai saat itu sudah melebihi poin ketika latihan persiapan SEA Games Malaysia 2017," tambahnya.

Klik: Agus Prayogo Sumbang Perak Perdana untuk Indonesia

Selanjutnya, tim panahan Indonesia bakal memainkan nomor recurve putra dan putri pada Minggu 20 Agustus mendatang. Menanggapi itu, Nurfitriani tidak bisa menjanjikan bakal dapat medali seperti di nomor compound.

"Peluang dari nomor recurve putra dan putri tetap ada. Tapi, saya tidak berani menjanjikan medali karena lawan yang dihadapi memang cukup berat." pungkas anggota trio srikandi peraih perak Olimpiade Seoul 1998 tersebut.

Sri Ranti dipastikan tidak memperkuat tim panahan Indonesia ketika memainkan nomor recurve di SEA Games 2017. Ia bersama rekan setimnya, Yoke Rizaldi Akbar, sudah meninggalkan Kuala Lumpur untuk membela Indonesia di ajang Universiade Asia yang berlangsung di Taiwan selama 13 hari (19-31 Agustus).

 


(KAU)