Pembalap UBK Incar Kemenangan di Lintasan Datar

Tri Kurniawan    •    26 September 2017 12:41 WIB
itdbi banyuwangi
Pembalap UBK Incar Kemenangan di Lintasan Datar
Pembalap Indonesia dari tim UBK, Fatahillah Abdullah (Foto:Metrotvnews.com/Tri Kurniawan)

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Fatahillah Abdullah, 32, pembalap Indonesia dari tim UBK, mengincar kemenangan di etape 1, 2, dan 4 International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017. Sedangkan etape 3, dia mengakui, sulit ditaklukkan.

Rute etape 1, 2, dan 4 mengelilingi Kota Banyuwangi dengan lintasan cenderung datar. Etape 3 lebih sulit karena lintasan  menanjak ke arah Gunung Ijen.

Selasa pagi hingga siang, 26 September 2017, Fatahillah mengetes lintasan di dalam kota hingga perbatasan Banyuwangi. Menurutnya, kondisi lintasan yang dilalui dengan baik. Dia dua kali mengikuti ITdBI pada 2012 dan 2013. Dari dua kali keikutsertaan itu, Fatahillah merasakan sulitnya menaklukkan tanjakan Ijen.

"Yang menantang itu nanti etape ketiga, ke arah Ijen. Itu menjadi penentuan sebuah tim bagus atau tidak," kata Fatahillah kepada Metrotvnews.com, ditemui di lokasi.

Meski demikian, ia tetap akan bersaing dengan pembalap luar negeri untuk memenangkan etape 3. Fatahillah sudah menyiapkan diri dengan mencoba lintasan menanjak dan mengikuti kompetisi lokal. Selebihnya, ia fokus di lintasan datar. "Saya mengincar yang datar karena saya lebih ke sprint. Mungkin nanti di etape empat, karena itu kan flat," ujar Fatahillah.

Di etape 3, pembalap akan start dari Muncar dan finish di Paltuding-Ijen dengan ketinggian 1.880 meter. Lintasan di etape 3 sejauh 116.3 kilometer.

Menurutnya, ITdBI 2017 akan lebih kompetitif karena diikuti pembalap-pembalap terbaik dunia. Selain itu, lintasan ITdBI banyak menyuguhkan pemandangan alam menarik dan kebudayaan lokal. "Tim Kinan asal Jepang juga ikut lagi. Selebihnya saya belum tahu. Tapi yang ikut pasti hebat-hebat," ujar Fatahillah.

Klik: Balap Sepeda Tour de Banyuwangi-Ijen 2017 Diprediksi Lebih Seru

Fathahillah mewakili Indonesia di SEA Games di Malaysia. Ditinjau dari segi teknik, tim balap sepeda Indonesia sanggup bersaing dengan tim negara lain, namun masih kesulitan untuk mencapai puncak kompetisi.

"Kita kalah karena kurangnya kompetisi lokal. Sedangkan tim negara lain, lebih sering ikut kompetisi. Setelah SEA Games, sudah ikut lagi," kata dia.


(ROS)