Cerita Gregoria Mariska Menghilangkan Ketegangan di Final

Patrick Pinaria    •    02 November 2017 19:19 WIB
bulu tangkis
Cerita Gregoria Mariska Menghilangkan Ketegangan di Final
Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: MTVN/ Patrick Pinaria)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung sukses meraih gelar di sektor tunggal putri pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017. Prestasi itu didapatnya usai mengalahkan perwakilan Tiongkok Han Yue lewat tiga game 21-13, 13-21, 24-22.

Prestasi tersebut terasa istimewa bagi Gregoria. Pasalnya, pebulu tangkis jebolan PB Mutiara itu sukses mengakhiri penantian Indonesia dalam meraih gelar kejuaraan dunia junior di sektor tunggal putri yang berusia 25 tahun. Terakhir kali, prestasi tersebut didapat Kristin Yunita pada 1992. 

Gregoria mengaku sempat tegang sebelum bertanding pada babak final karena tahu akan memecahkan rekor tersebut. Namun, ia akhirnya mencoba untuk tidak memikirkan itu sehingga bisa memenangi laga dramatis pada babak final.

Baca: Berprestasi di Level Dunia, Atlet Muda Indonesia Diguyur Bonus


"Saya senang bisa juara di WJC. Itu turnamen terakhir saya juga. Tambah berkesannya lagi, kita main sebagai tuan rumah," ujar Gregoria.

"Pas mau main sempet tegang karena suporter banyak banget. Saya takut kecewain mereka. Tetapi, saya akhirnya mencoba untuk tidak berpikir apa-apa," lanjutnya

Baca: Hafiz/Gloria Melaju ke Babak Kedua


"Saya cuma mau mikir satu tujuan saya yaitu jadi juara. Tegang lama-lama jadi hilang karena saya mulai berani dan tidak usah mikir hasil," tutur Gregoria.

Tak hanya memutus penantian untuk Indonesia. Gelarnya pada turnamen itu juga membantu Indonesia menjadi juara umum. Jika dirinci, Indonesia berhasil meraih dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Video: Tim Renang Indonesia Batal Berlatih di Australia


(ASM)