kesehatan

Ade Rai: Kecerdasan Masyarakat Indonesia Soal Kesehatan Rendah

   •    17 Oktober 2016 20:20 WIB
kesehatanstudi kesehatan
Ade Rai: Kecerdasan Masyarakat Indonesia Soal Kesehatan Rendah
Ade Rai (Foto: Antara/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Praktisi kebugaran yang juga mantan binaragawan internasional, Ade Rai, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan kesehatan yang rendah.

"Kecerdasan kesehatan masyarakat Indonesia lebih rendah daripada kecerdasan terhadap keuangan," ujar pria bernama asli I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai itu dalam seminar, yang diadakan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara di Wisma Antara, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Hal itulah yang dianggap Ade Rai menjadi penyebab orang Indonesia sangat rentan terkena penyakit degeneratif seperti jantung koroner, stroke, diabetes dan lain-lain.

Bukti kecerdasan kesehatan masyarakat rendah, lanjut dia, terlihat dari permisifnya masyarakat terhadap masalah kesehatan dan kebugaran.

Baca juga: Kualitas Kejuaraan Binaraga di Indonesia Meningkat

Contoh, masyarakat Indonesia umumnya maklum jika ada orang dengan memiliki berat badan berlebih (obesitas). Mereka beralasan bahwa keadaannya itu karena faktor keturunan. Padahal obesitas terjadi karena faktor gaya hidup tidak sehat.  Namun, keadaan berbeda kalau persoalan didudukkan dalam konteks keuangan.

"Ketika ada kemiskinan diidentikkan dengan keturunan, orang justru menganggap itu tidak mungkin bahkan ada yang tertawa," tutur Ade Rai.

Ade Rai pun menyebut permisalan lain yang lazim terjadi. Misalnya ketika ada seseorang menganggap dirinya miskin karena tinggal di sekeliling toko-toko besar, seperti toko tekstil, dan toko-toko lain, masyarakat umumnya menilai itu tidak bisa dijadikan alasan, sebab kerja keras dan mencari peluang seseorang tentu bisa kaya raya meski lingkungannya dipenuhi toko.

Akan tetapi keadaan berbeda terjadi ketika seorang obesitas beralasan bahwa dia kegemukan karena di sekeliling rumahnya ada yang jualan bakso, siomai dan makanan lainnya.

"Publik akan menilai, ya wajar saja karena banyak makanan'. Padahal jika memang orang itu berpikir dengan tujuan kesehatan, obesitas bisa dihindari," kata pria berusia 46 tahun ini.

Rendahnya kecerdasan kesehatan itu membuat kemungkinan penyakit degeneratif kronis datang menyerbu tubuh. Fisik yang biasa dimanjakan dengan berbagai kebiasaan "nikmat", bukan cuma tentang makanan tetapi kebiasaaan lain seperti merokok, tanpa disadari kondisinya terus menurun akibat fungsi organ-organ vital seperti jantung, ginjal, hati, pankreas, terganggu.

Baca juga: Atlet Jet Ski Indonesia Kembali Ukir Prestasi di Pentas Internasional

"Tidak memiliki kecerdasan kesehatan artinya kita harus siap membayar akibat dari ulah kita sendiri," tutur Ade.

Praktisi kebugaran dan salah satu pendiri Rai Institute, Halim Tsiang, menambahkan, data dari tahun 2007 sampai 2012, kematian manusia 65 persen disebabkan oleh penyakit degeneratif, 20 persen penyakit menular dan sisanya disebabkan hal lain seperti kecelakaan.

Data ini, menurut Halim, harus diperhatikan secara serius. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah rongrongan penyakit degeneratif tersebut.

"Olahraga, mengonsumsi nutrisi dan istirahat yang teratur," ujar dia.

Beberapa latihan yang disarankan oleh Rai Institute adalah latihan pengencangan otot dengan beban sebanyak dua kali seminggu, yang salah satunya berguna meningkatkan sensitivitas insulin.

Kemudian melakukan latihan aerobik, seperti naik turun tangga dan berenang. Sementara makan, lanjut Halim, tidak perlu dibatas-batasi selama mengonsumsi makanan-makanan sehat.

"Pilih makanan yang berserat dan bernutrisi seperti sayur-sayuran dan buah. Selain itu cukupi kebutuhan protein serta hindari karbohidrat terlalu banyak, seperti yang ada dalam tepung putih, dan gula," kata dia.(ant)

 
Video: Highlights Sepak Bola


(RIZ)