PON 2016

Dua Atlet Jabar Kembali jadi Sengketa

Roni Kurniawan    •    19 September 2016 22:00 WIB
pon 2016
Dua Atlet Jabar Kembali jadi Sengketa
Ketua Tim Hukum KONI Jawa Barat Tugiman (Foto: MTVN/Roni)

Metrotvnews.com, Bandung: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat bersikukuh dua atletnya, yakni Imam Tauhid dari cabang olahraga karate dan Tonny Mamiri (panjat tebing) terdaftar sebagai atlet Jabar yang diajukan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Kedua atlet pun berhak turun membela tuan rumah dari cabang olahraga yang dibelanya.

Sebelumnya, kedua atlet tersebut diklaim sebagai bagian dari kontingen Jawa Tengah. Sengketa atlet ini berujung hingga persidangan dewan wasit, yang menghasilkan surat putusan dengan register perkara Nomor: 03/DH-PON XIX/2016 tanggal 18 September.

Mengenai surat putusan dewan hakim tersebut, Ketua Tim Hukum KONI Jawa Barat Tugiman, menyatakan bahwa pihaknya tetap berpegang teguh pada surat putusan dewan hakim yang telah diputuskan sebelumnya, yakni Nomor: 02/DH-PON XIX/2016 tertanggal 16 September. Dalam putusan tersebut, Jabar memenangkan atas gugatan Jateng perihal keabsahan kedua atlet turun di ajang PON tahun ini.

“Kami tetap berpegang teguh pada putusan dewan hakim sebelumnya, karena keputusan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap dan mengikat. Tidak ada upaya hukum lain selain mentaati putusan hukum, karena putusan hukum itu tidak boleh lagi diuji oleh lembaga peradilan yang sama, apalagi dengan objek yang sama,” kata Tugiman, di Kantor KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (19/9/2016).

(Baca juga: Final Hoki Putra Jabar vs Jakarta Penuh Aura Sepak Bola)

Tugiman mengatakan, mekanisme serta prosedur yang ditempuh Jateng tidak beralaskan hukum yang jelas. Pasalnya, sengketa kedua atlet tersebut telah diputuskan dan bersifat final.

"Permohonan pemohon yaitu Jawa Tengah, secara nyata telah menodai putusan sebelumnya, karena sudah dibuat putusan dibuat putusan lagi dalam perkara yang sama dan dalam objek yang sama, masing-masing memermasalahkan keabsahan atlet kita, oleh karenanya menjadi timpang tindih dan bertentangan," urai Tugiman.

Menurut Tugiman, Ketua Umum PB PON XIX 2016 yang juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bahkan telah menindaklanjuti agar surat putusan dewan hakim Nomor: 02/DH-PON XIX/2016 tertanggal 16 September bisa digubris oleh semua pihak.

"Pasca diterbitkan putusan dewan hakim tertanggal 16 sudah ditindaklanjuti dengan surat keputusan Ketua Umum PB PON tanggal 18 September, dengan Nomor 426.3/562/KETUM/IX/2016 , yang intinya semua pihak agar mengindahkan putusan dewan hakim nomor 2," pungkasnya.

Tugiman mengungkapkan, bahwa KONI Pusat juga telah melayangkan surat keberatan atas putusan Nomor: 03/DH-PON XIX/2016 tanggal 18 September, kepada dewan hakim yang dilayangkan pada Senin (19/9). Dimana, kata dia, dalam surat tersebut KONI Pusat tetap mengakui bahwa Tonny Mamiri dan Imam Tauhid adalah atlet Jawa Barat.
 
Video: PON XIX Dinilai Untungkan Tuan Rumah


(RIZ)