PON 2016 Cabang Renang Indah

Sudah Sesuai Peraturan, PB PON Tak Gentar Ancaman DKI Jakarta

Roni Kurniawan    •    22 September 2016 20:39 WIB
pon 2016
Sudah Sesuai Peraturan, PB PON Tak Gentar Ancaman DKI Jakarta
Yudha Munajat Saputra, (kiri) meyakini bahwa peraturan sudah disetujui semua kontingen (Foto: MTVN/Roni)

Metrotvnews.com, Bandung: Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat tak gentar dengan ancaman kontingen DKI Jakarta yang akan melaporkan panitia pelaksana cabang olahraga renang indah di Kolam Renang FPOK UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis 22 September 2016. Kontingen DKI menilai, panpel telah mengesahkan technic hand book (THB) yang tidak sesuai dengan aturan dari Federasi Renang Internasional atau FINA.

Dalam THB yang dikeluarkan panpel cabor renang indah, terdapat peraturan pembatasan usia yakni hingga 26 tahun. Namun, hal itu ditentang DKI Jakarta yang mengacu pada peraturan KONI Pusat sebelumnya, yaitu pembatasan usia hingga 28 tahun yang dikeluarkan pada 15 September silam.

Menurut Kepala Bidang Pertandingan PB PON Jabar Yudha Munajat Saputra, THB tersebut sudah dibuat dan disosialisasikan sejak satu tahun silam. Bahkan seluruh kontingen dari cabor tersebut telah mengantongi masing-masing peraturan atlet yang akan diterjunkan.

"Jadi THB itu sudah disosialisasikan sejak tahun kemarin, dan telah disetujui oleh seluruh kontingen. Jadi sebetulnya kalau kompak dan tidak ingin mengotak-atik lagi peraturannya tidak ada terjadi seperti ini (ricuh)," ujar Yudha saat ditemui di Media Center Utama PON Jabar di Trans Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (22/9/2016) malam.

Atas dasar itu, PB PON pun tak mencantumkan atlet DKI Jakarta untuk cabor renang indah di nomor solo technical routine putri, atas nama Adelia Amanda Nirwala karena telah menginjak usia 28 tahun. Bahkan Adelia tak tercantum dalam daftar peserta lomba cabor tersebut yang diikuti tujuh kontingen.

(Baca juga: Cabor Renang Indah Ricuh, Jadwal Molor)

"Jadi kita putuskan bahwa Adelia Amanda Nirwala tidak bisa mengikuti perlombaan itu. Jujur kita juga sedih, tapi mau bagaimana lagi karena itu sudah sesuai dengan peraturannya," tutur Yudha.

Terkait ancaman kontingen DKI Jakarta yang akan melaporkan ke FINA, Yudha mengaku tak gentar dengan hal itu. Ia mengatakan pihaknya sudah menjalankan peraturan yang telah tertera baik di PB PON dan THB.

"Saya kira terserah saja, karena kalau tetap mengacu pada aturan tidak akan disalahkan juga. Kita ada dokumen, jadi jangan takut," pungkasnya.

Sebelumnya sempat terjadi kericuhan di venue kolam renang sebelum cabor renang indah nomor solo technical routine putri berlangsung. Kontingen DKI Jakarta keberatan atletnya tidak terdaftar dengan adanya peraturan pembatasan usia hingga 26 tahun.

Kontingen DKI Jakarta pun memilih walk out dari cabor tersebut yang menyisakan dua nomor berikutnya. Pasalnya pada nomor solo technical routine putri, atlet DI Yogyakarta Claudia Megawati Suyanto berhasil meraih medali emas setelah mengumpulkan total routine 72,94, kemudian disusul atlet Jatim Livia Lukito dengan total routine 69,29 dan atlet Jabar Aurora Almarini dengan total routine 65,37.
 
Video: Cabang Renang Indah PON XIX Ricuh


(RIZ)