Tour de Singkarak 2018

Mencari Juara Baru Lewat Etape 8 TdS 2018

Kautsar Halim    •    11 November 2018 09:21 WIB
tour de singkarak
Mencari Juara Baru Lewat Etape 8 TdS 2018
Suasana balapan Tour de Singkarak 2018. (Foto: Medcom.id/Zam)

Pariaman: Ajang balap sepeda bertaraf internasional, Tour de Singkarak 2018, memasuki hari terakhir atau etape 8 pada Minggu 11 November. Rutenya yang berjarak 158 km akan memulai start di Pantai Carocok Painan, Pesisir Selatan, hingga finis di Pantai Kata, Pariaman.

Tiga titik sprint sudah menunggu di wilayah Tarusan, Bungus, dan Lubuk Alung selepas start. Sementara itu, dua titik tanjakan kategori empat terdapat di wilayah Bungus dan Bukit Lampu. Sebelum finis, seluruh pembalap akan melintasi kawasan Sago, Tarusan, Bungus, Jl. Sutan Syahrir, Jl. Jend Sudirman, Jl. Khatib Sulaiman, Pasar Lubuk Buaya, dan Patung Ikan Lubuk Alung.

Sebanyak 76 pembalap yang tersisa diyakini akan berjuang maksimal di etape 8 karena tangga klasemen masih bisa berubah untuk hasil akhir kelas individu maupun beregu. Itu bahkan berlaku untuk Jesse Ewart yang sudah mengenakan jersey kuning sebanyak enam etape.

Ewart dari tim Sapura Cycling (Malaysia) sedang memuncaki klasemen sementara jersey kuning dengan total waktu 27 jam 39 menit dan 32 detik. Dia hanya berselisih 20 detik dengan Nikodemus Holler asal Jerman yang memperkuat tim Bike Aid.

Di bawah Holler juga masih ada Marcelo Felipe asal Filipina yang membela tim 7 Eleven - Cliqq Roadbike Philippines. Dia berjarak 27 detik dengan Ewart dan berpeluang naik ke puncak apabila finis pertama dengan cukup cepat di etape 8.

Apapun hasilnya nanti, pemenang TdS 2018 bisa dipastikan juara baru. Sebab, para pembalap Iran yang langganan menyegel jersey kuning sedang berada di urutan 30 besar. Jadi, sudah tidak mungkin bagi mereka untuk menyalip total catatan waktu deretan tiga besar.

Perebutan kategori juara tidak hanya sengit di klasemen jersey kuning. Para pembalap yang gagal bersaing secara individu juga masih harus tampil maksimal untuk membawa nama klub dan mencoba meraih jersey polka-dot dan jersey hijau.

Selain itu terdapat kategori khusus untuk pembalap terbaik dan tim terbaik Indonesia. Tim KFC Cycling sedang berada di puncak klasemen tim terbaik Tanah Air. Mereka berselisih 4 menit 56 detik dengan PGN Cycling yang diperkuat pembalap terbaik Indonesia musim lalu, Jamal Hibatulah.

Tour de Singkarak tidak hanya menyajikan event balap sepeda internasional semata. Kegiatan ini juga sekaligus untuk mempromosikan destinasi wisata, kuliner, dan kearifan lokal khas Minangkabau.

Hingga penyelenggaraannya yang ke-10 pada tahun ini, Tour de Singkarak sudah memberi efek positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat karena jumlah wisatawan yang datang pun ikut menanjak. Tak heran jika event TdS juga diselipkan berbagai budaya tradisional yang menawan.

Kevin/Markus Tembus Final Tiongkok Terbuka



(FIR)