Sepeda Nusantara Etape Bumi Paguntaka Tetap Semarak Meski Diguyur Hujan

   •    14 Oktober 2018 18:13 WIB
berita kemenpora
Sepeda Nusantara Etape Bumi Paguntaka Tetap Semarak Meski Diguyur Hujan
Suasana start Sepeda Nusantara Etape Bumi Paguntaka, Tarakan, Kalimantan Utara (Dok. Kemenpora)

Tarakan: Kesemarakan event Sepeda Nusantara 2018 etape Bumi Paguntaka, Kalimantan Utara, pada Minggu 14 Oktober, sangat terasa. Sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah payung "Ayo Olahraga" itu, mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat Kota Tarakan.

Hal itu dibuktikan dengan para peserta, baik masyarakat biasa maupun komunitas sepeda, seperti Widjaya Onthel Club Tarakan, yang sangat antusias mengikuti event ini, meski hujan sempat mengguyur kota terkaya ke-17 di Indonesia itu sejak pagi hingga menjelang acara berlangsung.

Menempuh jarak sekitar 10 km, para peserta mengawali start dari depan Stadion Datu Adil, selanjutnya melewati Islamic Center-Jalan Kusuma Bangsa-Jalan Yos Sudarso-Jalan Jenderal Sudirman-Taman Oval Ladang-Kantor Wali Kota Tarakan-Kodim 0907 Tarakan, dan finish di Stadion Datu Adil.

Pelepasan Sepeda Nusantara 2018 Etape Bumi Paguntaka itu dilakukan langsung oleh Sofian Raga (Wali Kota Tarakan), didamping Suryati (Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional/PP-PON), dan Suparlan (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga/Kadispora Kota Tarakan).

Dalam kesempatan itu, Suryati mengatakan animo masyarakat di Kota Tarakan untuk mengikuti event Sepeda Nusantara 2018 ini sangat besar. Diharapkan, target dari Kemenpora, yakni menciptakan masyarakat yang sehat dan bugar bisa tercapai di Kota ini.

“Saya lihat disini juga sudah banyak klub-klub maupun komunitas, khususnya sepeda. Saya kira tidak ada masalah. Meski tadi hujan, namun antusias peserta tetap tinggi. Event ini juga mendapatkan dukungan yang besar dari semua pihak di Kota Tarakan ini,” ujar Suryati disela event Sepeda Nusantara 2018 Etape Bumi Paguntaka itu.

“Dengan Sepeda Nusantara ini, kami berharap tercipta masyarakat bugar, sehat, dan juga efisien, karena dengan bersepeda tidak perlu membeli bahan bakar. Dan hanya dengan menggerakan tubuh menjadikan kita energik, sehingga kita semua bisa beraktifitas, serta lebih produktif di dalam masyarakat," lanjutnya.

“Utamanya tentunya terjalin silaturahmi antar sesama pesepeda, sehingga terjalin persatuan dan kesatuan di kalangan masyarakat, khususnya mereka yang berada di Kota Tarakan,” tambahnya.

Suryati menegaskan, meski tanpa kehadiran pemerintah pusat, seharusnya event sepeda ini harus terus digalakan. Bahkan, pihaknya berpesan kepada Wali Kota Tarakan supaya dibuatkan jalur khusus bagi pesepeda.

“Pak Wali Kota menyampaikan bahwa di Kota Tarakan sudah ada jalur khusus bagi pesepeda, tetapi terhapus. Kami berharap dengan adanya momen seperti ini, nanti kedepan bisa dibuatkan jalur khusus sepeda. Sehingga masyarakat yang akan bersepeda lebih aman, tidak takut tersenggol oleh kendaraan lainnya,” imbuhnya.  

Sementara itu, Sofian mengapresiasi pemerintah pusat melalui Kemenpora yang kembali mempercayakan Tarakan, sebagai Kota yang disinggahi Sepeda Nusantara 2018.

“Saya atas nama pemerintah kota, dan seluruh masyarakat Kota Tarakan, serta masyarakat pecinta olahraga bersepeda menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) yang terus mensupport event bersepeda di Kota Tarakan ini,” ucap Sofian.

Ia menyebut sepeda merupakan salah satu olahraga favorit masyarakat Kota Tarakan, sehingga kehadiran Sepeda Nusantara 2018 ini sekaligus membangkitkan motivasi dan semangat kepada generasi muda untuk terus berolahraga.

“Event ini tentunya dalam rangka menjaga stabilitas kesehatan masyarakat. Selain juga merupakan hobi atau kegemaran, dan prestasi. Kami harapkan event ini bisa menjadi agenda rutin, dan kami akan menjadikan olahraga sepeda ini salah satu cabang favorit untuk terus dikembangkan di Kota Tarakan. Jadi tidak hanya untuk perayaan ataupun peringatan hari-hari tertentu dan libur nasional, namun setiap waktu event ini bisa kami gelar,” ungkapnya.

Kedepan, jelas Sofian, pihaknya akan menggelar Jambore Bersepeda, dimana pesertanya tidak hanya masyarakat lokal, namun juga akan mengundang peserta dari luar negeri, terutama negara tetangga seperti Malaysia.

“Supaya peserta dari luar negeri bisa mengenal lebih jauh tentang negara Indonesia. Poinnya yakni persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan persahabatan, diharapkan lahir dari event itu nantinya,” imbuhnya.

Terkait jalur khusus sepeda di Kota Tarakan, Sofian menegaskan pihaknya telah merencanakan pengembangan infrastrutur jalan yang akan digunakan sebagai jalur kendaraan roda empat, maupun roda dua.

“Seluruh jalan di kota ini sepanjang kurang lebih 150 km itu sebagian sudah dalam pengerasan. Memang hal itu sudah kami canangkan untuk nantinya, mana yang digunakan untuk jalur roda empat, dan roda dua. Seluruh jalan di kota ini juga kami sudah pasang GSB (Garis Sepadan Bangunan) berupa patok-patok merah, dimana bangunan nantinya tidak boleh melampaui tanda itu. Sehingga kami bisa dengan leluasa untuk melakukan pelebaran jalan,” tuturnya.

“Dengan jalan yang sudah kami lebarkan, maka jalur untuk pejalan kaki dan sepeda bisa terpenuhi. Kalau untuk ruang sudah kami siapkan. Yang pasti konsep, semangat, dan cita-cita itu sudah ada,” cetus Sofian.

Sedangkan Suparlan menilai, event Sepeda Nusantara 2018 ini berlangsung lancar dan sukses sesuai dengan harapan semua pihak, serta mendapatkan sambutan yang sangat baik dari seluruh masyarakat Kota Tarakan.

“Sebelumnya kami juga pernah menjadi tuan rumah Gowes Pesona Nusantara 2017, dan akhirnya kami bisa kembali menggelar event Sepeda Nusantara 2018, dan kegiatan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari seluruh masyarakat di Kota Tarakan,” terang Suparlan.

Ia berharap dari tahun ke tahun pelaksanaan Sepeda Nusantara dapat meningkat kualitasnya. “Event ini juga bisa membawa Kota Tarakan, dan Provinsi Kalimantan Utara lebih dikenal, apalagi kota ini berbatasan dengan negara Malaysia dan Filipina. Maka dari itu, kedepannya, jika masih dipercayakan menggelar event ini, kami tentu akan mengundang peserta dari Malaysia dan Filipina untuk juga ikut menyemarakan event besar dan unggulan dari Kemenpora ini,” tukas Suparlan.

Selain bersepeda, pada event yang bertujuan mendorong minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda guna meningkatkan kecintaan terhadap olahraga sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), khususnya di Kota Tarakan, para peserta setibanya di garis finish langsung diajak melakukan senam secara bersama-sama. 

Aktifiats bersama itu sebagai bentuk kebersamaan dalam menggairahkan semangat berolahraga di tengah-tengah masyarakat. Dan, tak lupa, peserta Sepeda Nusantara 2018 etape yang beruntung mendapatkan dooprize, berupa sepeda dan peralatan elektronik.

 


(REN)