Kaleidoskop SEA Games 2017: Indonesia Torehkan Rekor Terburuk

Kautsar Halim    •    29 Desember 2017 20:59 WIB
olahragasea games 2017
Kaleidoskop SEA Games 2017: Indonesia Torehkan Rekor Terburuk
Suasana upacara penutupan SEA Games 2017. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)

Jakarta: SEA Games 2017 berlangsung meriah di Malaysia pada 19 - 30 Agustus. Publik tuan rumah tentu bersuka cita karena kontingennya menjadi juara umum. Namun, Indonesia sebagai negara tetangga terdekat malah berduka lantaran mencatat rekor terburuk.

Target Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara tidak muluk-muluk, yakni hanya bisa tembus ke jajaran empat besar. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu, sebab untuk memenuhi target minimal 50 medali emas saja masih jauh dari harapan.

Indonesia finis di urutan lima karena hanya mampu mengumpulkan  191 medali. Rinciannya, 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Ini jadi capaian terburuk sepanjang keikutsertaan Indonesia di multievent olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.


Klik: Dinamika SEA Games 2017 dan Manfaatnya untuk Indonesia (1)


Sementara itu, Singapura yang berstatus sebagai negara terkecil saja bisa bertengger di posisi keempat sambil mengoleksi 58 medali emas.

Setelah dikonfirmasi kepada pemangku kepentingan yang terkait, faktor penyebab kegagalan Indonesia masih seputar perkara klasik. Ada yang beralasan kurang persiapan karena aliran dana tersendat, kemudian ada yang menyebutkan juga karena kecurangan tuan rumah.

Kecurangan tuan rumah memang terlihat jelas, khususnya dalam cabang olahraga (cabor) yang sifatnya terukur. Tapi situasi itu ibarat sebuah rahasia umum dalam tiap penyelenggaraan SEA Games. Jadi, bakal sulit diterima juga jika ada protes seputar hal tersebut. 


Klik: Temui Menpan-RB, Menpora Realisasi Bonus PNS Peraih Emas SEA Games


Perang mental antara Indonesia dan Malaysia juga tersimpan jelas di ajang SEA Games 2017. Pasalnya, ada insiden salah cetak warna bendera dalam buku panduan yang diedarkan pada upacara pembukaan SEA Games 2017. Beruntung, polemik itu terselesaikan dengan cepat setelah pihak pemerintah Malaysia melayangkan permintaan maaf.

Secara umum Indonesia memang gagal memenuhi target SEA Games 2017. Namun tetap ada beberapa atlet yang tampil luar biasa dan mampu memecahkan rekor. Laporan suka duka kontingen Indonesia berhasil medcom.id rangkum lewat kaleidoskop SEA Games 2017:

16 Agustus
Indonesia tampil meyakinkan ketika tim panahan menyumbang medali emas pertamanya pada Rabu 16 Agustus. Emas tersebut direbut Sri Ranti yang tampil di nomor Individual Compound Putri dan Prima Wisnu untuk nomor Individual Compound Putra. SEA Games 2017 resmi dibuka pada 19 Agustus. Namun sejumlah cabor sudah memainkan pertandingannya sejak 14 Agustus. Selengkapnya klik di sini 

19 Agustus

Seremoni pembukaan SEA Games 2017 menuai kekecewaan yang amat mendalam bagi Indonesia. Itu terjadi karena ada kesalahan cetak warna bendera Indonesia dalam buku panduan yang diedarkan saat seremoni berlangsung. Menpora Imam Nahrawi yang datang langsung sempat geram dengan insiden tersebut. Selengkapnya klik di sini

20 Agustus
Tim sepak takraw putri Indonesia memutuskan mengundurkan diri saat berhadapan dengan Malaysia. Keputusan itu mereka ambil karena merasa dicurangi di tengah pertandingan. Selengkapnya klik di sini 

21 Agustus
I Gede Siman Sudartawa berhasil menjadi yang tercepat saat melakoni cabor renang nomor 50 meter gaya punggung putra. Catatan waktu 25,20 detik miliknya saat itu menambah pundi emas bagi Indonesia dan juga memecahkan rekor SEA Games. Selengkapnya klik di sini 

22 Agustus
Kericuhan sempat terjadi di Stadion Selayang, Selangor, Malaysia, tempat pertandingan Indonesia vs Vietnam berlangsung. Pangkal masalahnya terjadi karena suporter Indonesia dipersulit masuk ke stadion. Uniknya, warga negara Indonesia yang menjadi korban berprofersi sebagai anggota TNI yang bertugas di KBRI Malaysia. Selengkapnya klik di sini

26 Agustus
Timnas sepak bola Indonesia terhempas dari semifinal setelah dikalahkan Malaysia dengan skor tipis 1-0. Hasil ini sungguh di luar dugaan karena Skuat Merah Putih mendominasi penguasaan bola dan mendapat lebih banyak peluang emas. Makin miris lagi, Malaysia baru mencetak gol kemenangan lewat Nadarajah Thanabalan jelang pertandingan berakhir. Selengkapnya klik di sini

27 Agustus
Hasil unik didapat tim bola voli putra dan putri Indonesia. Tepat pada hari yang sama, keduanya ditaklukkan Thailand pada fase final. Hasil ini bukan hal yang memalukan bagi tim bola voli putri Indonesia yang memasang target lolos dari semifinal. Namun tim bola voli putra Indonesia cukup terpukul karena harusnya mereka bisa jadi juara. Selengkapnya klik di sini

28 Agustus
Lifter terbaik Indonesia Eko Yuli Irawan tampil di luar dugaan karena hanya mampu meraih medali perak. Saat itu Eko dikalahkan lifter Vietnam, Trinh Van Vinh, yang baru berusia 22 tahun. Selain mengalahkan Eko, hasil angkatan snatch dan angkatan total Vinh telah memecahkan rekor SEA Games. Selengkapnya klik di sini

29 Agustus
Nasib nahas menimpa atlet layar Indonesia, Novita Puspita Sari. Ia harus mendapat perawatan serius karena digulung badai ketika bertanding di Dayang Bay Langkawi. Beruntung nyawanya masih bisa selamat setelah mendapat pertolongan dari Oka Sulaksana yang merupakan pelatihnya. Kabar ini baru terdeteksi tiga hari setelah insiden terjadi. Selengkapnya klik di sini

30 Agustus
Seremoni penutupan SEA Games 2017 tidak semuanya membawa suka cita. Usai acara, terdapat beberapa pengunjung yang pingsan karena sesaknya antrean kendaraan pengangkut massa. Korban sampai berjatuhan karena ribuan masyarakat saling dorong berebut masuk ke stasiun. Selengkapnya klik di sini






(KAU)