Ricuh di cabor gulat PON 2016

Pegulat Kalsel Beberkan Penyebab Kericuhan di Cabor Gulat PON 2016

Kautsar Halim    •    28 September 2016 12:27 WIB
pon 2016
Pegulat Kalsel Beberkan Penyebab Kericuhan di Cabor Gulat PON 2016
Pegulat Kalimantan Selatan, Agus Setia, sempat terlibat dalam kericuhan yang terjadi di arena gulat PON XIX/2016 Jawa Barat (Foto: MTVN/Kautsar Halim)

Metrotvnews.com, Bandung: Atlet Kalimantan Selatan, Agus Setia mengungkapkan alasan terjadinya keributan pada cabor gulat PON 2016 Jabar yang berlangsung di GOR Saparua, Selasa 27 September. Menurutnya, tindakan itu terpaksa ia lakukan karena tidak terima perlakuan aparat keamanan yang dinilai main hakim sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, keributan dalam arena gulat kembali terulang seusai Agus dikalahkan wakil Kalimantan Timur M. Ivanto pada semifinal, Selasa 27 September. Kericuhan itu di awali oleh protes pelatih yang tidak menerima keputusan para juri. 

"Wasit tidak melihat jelas di saat saya sedang di bawah dan kaki lawan itu menyangkut. Sebenarnya, saya bisa terima dengan keputusan wasit. Tapi,  saya lihat pelatih masih enggak terima," ujar Agus kepada Metrotvnews.com, seusai laga.
 

BACA: Keributan Kembali Pecah di Arena Gulat PON 2016


"Yang saya sesali, para aparat malah main hakim sendiri ketika saya berada di belakang. Memang benar aparat yang berada di depan itu cuma menghalangi saja, tapi teman-temannya yang di belakang itu malah main tangan," tambahnya.

Meski memiliki rekam jejak yang buruk, Agus tetap menerima kekalahan dengan lapang dada. Menurutnya, prestasi perunggu yang diraihnya sudah lumayan karena ini adalah PON pertamanya. Selanjutnya, Agus akan pulang ke Kalsel dengan tabah sambil mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov).

"Persiapan saya untuk PON ini sudah luar biasa. Kami latihan ke Eropa, mendatangkan pelatih asing, latihan tiap hari dan pisah sama keluarga. Pokoknya, sangat disayangkan bisa terjadi seperti ini," tutup pria berusia 22 tahun itu sambil mengenang perjuangannya.
 

BACA JUGA: Diwarnai Kericuhan, Jatim Juara Squash Beregu Campuran


Cabor gulat memang rentan terjadi kericuhan dalam penyelenggaraan PON 2016 Jabar. Sebelum insiden yang dialami Agus, kericuhan yang lebih buruk sempat terjadi dua kali, yakni pada Jumat 23 September dan Senin 26 September. Sementara itu, gesekan-gesekan seperti aksi protes tiap pelatih atau aksi fanatik suporter bisa dibilang terjadi sejak hari pertama cabor gulat terselenggara.

Video: Lagi, Pertandingan Gulat Diwarnai Ricuh



(ACF)