Balap Sepeda Tour de Banyuwangi-Ijen 2017 Diprediksi Lebih Seru

Tri Kurniawan    •    26 September 2017 09:52 WIB
itdbi banyuwangi banyuwangi
Balap Sepeda Tour de Banyuwangi-Ijen 2017 Diprediksi Lebih Seru
International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Jai Crawford, pembalap sepeda Kinan Cycling Team, diunggulkan menjuarai International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017. Crawford kemungkinan bersaing dengan rekan setimnya Thomas Lebas dan Ricardo Garcia dalam perebutan juara individual atau general classification.

“Juara bertahan pasti jadi kandidat kuat. Kemampuan dia di tanjakan bagus, begitu juga di rute flat,” kata Chairman ITdBI 2017 Guntur Priambodo, Senin 25 September 2017.

Dalam ajang ITdBI tahun lalu, Crawford menjadi jawara setelah para juri mendiskualifikasi Peter Pouly di etape keempat. Gelar juara pembalap asal Prancis tersebut dicabut setelah Crawford dan timnya protes karena sepeda yang Pouly gunakan lebih ringan dari ambang batas berat minimal.


International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Crawford tentu ingin menunjukkan bahwa dia pembalap yang bisa meraih juara dari arena balapan, bukan karena protes kepada juri.

Pembalap berusia 34 tahun itu datang ke Banyuwangi dengan modal sebagai penguasa Le Tour de Filipinas yang digelar pada Februari lalu. Crawford juga mengikuti Tour de Moluccas di Maluku pada 19-22 September.

Sedangkan Thomas Lebas, Pro Cycling Stats, situs statistik balap sepeda dunia, mencatat spesialisasi utamanya adalah pada perebutan juara individual. Juli lalu, pembalap 31 tahun itu memenangi Tour de Flores.

Dia juga pernah menjuarai Le Tour de Filipinas 2015, Tour de Hokkaido 2013, dan Tour International de Setif edisi 2014, ajang tahunan yang digelar di Aljazair.

Ricardo Garcia tak bisa disepelekan karena di ITdBI tahun lalu, pembalap asal Spanyol tersebut menduduki posisi kedua. Sedangkan pada ajang Tour de Moluccas 2017, dia merebut etape ketiga yang melintasi rute tanjakan.



Meski pembalap Kinan dianggap paling berpeluang menguasai lintasan di ITdBI 2017, bukan berarti tidak akan ada perlawanan dari tim lain. "Mereka akan mendapat persaingan ketat dari Pishgaman dari Iran yang juga sama-sama dari level continental,” kata Guntur.

Lalu ada Cartucho, tim continental dari Kuwait, dengan pembalap andalan Stefan Schumacher dan Davide Rebelin. Schumacher merupakan nama besar di level Eropa.

Pembalap asal Jerman berusia 36 tahun itu merupakan jawara Eneco Tour of Benelux 2006, Tour de Pologne 2006, dan Amstel Gold Race 2007, dan sering mengikuti Grand Tour, ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia.

Sementara, David Rebellin memiliki spesialisasi sebagai pembalap ajang-ajang classics. Dia menjuarai La Flèche Wallonne pada tiga edisi yakni 2004, 2007, 2009, kemudian Liège-Bastogne-Liège 2004, dan Tirreno-Adriatico 2001, serta Amstel Gold Race 2004.


International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Guntur membayangkan pertarungan di ITdBI tahun ini jauh lebih seru dibandingkan sebelumnya. Kehadiran pembalap Eropa yang sudah berpengalaman bakal meningkatkan kualitas kompetisi. "Balapan jadi lebih seru dan menarik," tutup Guntur.

ITdBI 2017 akan dilaksanakan pada Rabu 27 September hingga Sabtu 30 September. Kompetisi balap sepeda kategori 2.2 ini akan digelar dalam empat etape dengan total lintasan sepanjang 533 kilometer diikuti 20 tim dari 29 negara, termasuk Indonesia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan para pembalap akan dibawa menyusuri keelokan alam Banyuwangi. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi, puncaknya pembalap akan berpacu mendaki Gunung Ijen, gunung volcano aktif yang terkenal di dunia dengan blue fire-nya.

Tanjakan menuju Gunung Ijen salah satu yang terekstrem di Asia karena ketinggiannya melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Di lereng jelang kaki Gunung Ijen, para pembalap harus beradu pancal dengan kemiringan 45 derajat. Sebelumnya para pembalap akan mengambil start di Pelabuhan Muncar yang memiliki latar ratusan perahu nelayan nan eksotis.

"Melewati berbagai kawasan dan rute yang bervariasi, para pebalap juga akan ditunjukkan keramahan warga dan menyusuri bentang alam kabupaten paling timur di Pulau Jawa ini. Ini sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, di mana ajang olahraga berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata," ujar Anas.


(TRK)