Tour de Singkarak 2018

Penduduk Lokal Buru Pembalap Asing TdS 2018

Kautsar Halim    •    12 November 2018 07:26 WIB
tour de singkarak
Penduduk Lokal Buru Pembalap Asing TdS 2018
Robert Mueller (jersey hijau) sedang berfoto bersama dengan penduduk lokal di Tour de Singkarak 2018. (Foto: Medcom.id/Zam)

Solok: Perhelatan Tour de Singkarak 2018 tidak melulu tentang balapan sepeda atau panorama alam Sumatera Barat. Tapi, respons masyarakatnya pun bisa menambah seru penyelenggaraan.

Hampir sebagian besar penonton TdS 2018 adalah penduduk lokal yang wilayahnya menjadi rute balapan. Baik tua, muda, kaya maupun miskin turut ceria melihat event internasional tersebut.

Tidak puas hanya menonton balapan, para penduduk lokal juga aktif berinteraksi langsung dengan para pembalap, khususnya yang dari luar negeri. Biasanya itu terjadi menjelang start atau sesudah finis di setiap etape.

Menariknya interaksi antara warga dengan pembalap asing ini bukanlah bagian dari rangkaian acara pembuka start maupun finis. Jadi, para warga memang berinisiatif sendiri mendatangi mobil-mobil ofisial tim.

Setelah tiba di parkiran mobil ofisial tim, para warga langsung mencari pembalap asing yang sedang bersiap atau istirahat. Jika sudah bertemu, mereka langsung bersalaman untuk memberi semangat dan meminta foto bersama.


Pembalap Korsel, Kim Euro, antusias menerima ajakan foto siswi-siswi Sumatera Barat. (Foto: Medcom.id/Zam)

Perbedaan bahasa bukan kendala di sini. Biasanya para pembalap asing sudah mengerti keinginan penduduk lokal yang datang dengan membawa telepon genggam sambil bilang foto. Setelah itu, suasana akrab pun terjadi.

Meski begitu, warga lokal juga tidak asal pilih pembalap asing yang bakal diajak selfie. Namun, memilihnya itu bukan berdasarkan prestasi atau kehebatan pembalap di lintasan. Biasanya mereka mencari yang unik atau ganteng.

"Foto selfie ini buat kenang-kenangan saja dan untuk ditunjukkan ke teman-teman saya nanti. Soalnya, ini event besar internasional dan pembalapnya juga keren-keren," kata Rara yang datang bersama beberapa temannya.


Jesse Ewart asal Australia mendapat dukungan dari anak-anak Sumatera Barat. (Foto: Medcom.id/Zam)

"Menurut saya, pembalap yang keren itu biasanya berasal dari Eropa atau Korea Selatan. Kalau prestasi mereka, saya sendiri kurang tahu," tambahnya sambil tersenyum.

Besarnya antusiasme masyarakat disambut baik oleh seluruh pembalap yang tertangkap Medcom.id sedang asyik foto bersama, misalnya Robert Mueller (Jerman), Lex Nederlof (Belanda) dan Kim Euro (Korea Selatan). Mereka semua tidak merasa terganggu dan justru malah makin bersemangat.

TdS 2018 diikuti lebih dari seratus pembalap sepeda yang berasal dari 26 negara. Perhelatannya berlangsung selama delapan hari (4-11 November) di 16 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dengan jarak tempuh total sekitar 1.200 kilometer. 

Marcus/Kevin Juara Fuzhou China Open 2018



(FIR)