Tour de Singkarak 2018

Pembalap Filipina tak Menyangka Bisa Bersaing di TdS 2018

Kautsar Halim    •    10 November 2018 09:27 WIB
tour de singkarak
Pembalap Filipina tak Menyangka Bisa Bersaing di TdS 2018
Pembalap Filipina, Jonel Carcueva (kanan) (Antara/Basri Marzuki)

Payakumbuh: Pembalap sepeda Filipina, Jonel Carcueva, berhasil menjadi raja tanjakan lewat etape 6 Tour de Singkarak 2018, Jumat 9 November. Prestasi itu diakuinya tidak pernah menjadi target.

Carcueva yang tergabung dengan tim Go for Gold hanya finis di urutan tujuh dengan catatan waktu 2 jam 35 menit dan 37 detik. Tapi, torehan itu sudah cukup untuk menyalip Marcelo Felipe yang menjadi raja tanjakan sebelumnya.

Setelah menaklukkan dua titik King of Montain di etape 6, Carcueva memiliki koleksi 28 poin pada klasemen sementara para penanjak. Jumlah itu berselisih satu angka saja dengan Felipe yang juga sama-sama berasal dari Filipina. 

Baca juga: Abdurrohman Ingin Pertahankan Jersey Merah Putih Hingga TdS 2018 Tuntas

"Balapan tadi sangat ketat dan saya masih lelah meskipun sudah istirahat semalam. Saya tidak habis pikir bisa raih polkadot jersey. Pokoknya sangat bahagia," kata Cuerva setelah menerima hadiah dari etape 6.

"Tapi, saya yakin bisa pertahankan polkadot jersey ini karena memang sangat menginginkannya. Terlebih lagi, saya juga climber (penanjak) di tim," tambahnya.

TdS sudah terselenggara sebanyak 10 kali. Tapi, Cuerva yang berusia 23 tahun baru bisa berpartisipasi pada tahun ini. Berdasarkan pengalamannya ikut kejuaraan sepeda di Indonesia, TdS 2018 diakuinya sebagai tantangan terberat baik itu dari segi lintasan maupun lawan yang dihadapi. 

"Tour de Singkarak jauh lebih sulit karena tanjakannya sangat tinggi. Latihan saya saja tidak menempuh rute sejauh di sini. Mungkin hanya hingga 100 km saja dan tidak sampai 200 km. Itu dialami juga rekan setim saya," tutup Cuerva.

Video: Ratusan Perenang Bersaing di Pari Sakti Cup 2018

 


(KAU)