Eksklusif Daud Yordan: Saya Ingin Kumpul dengan Keluarga

Riyan Ferdianto, M. Rizky Adhestian    •    28 April 2018 01:29 WIB
tinjutinju dunia
Eksklusif Daud Yordan: Saya Ingin Kumpul dengan Keluarga
Daud Yordan (Riyan Ferdianto)

Jakarta: Petinju terbaik Indonesia, Daud 'Cino' Jordan, baru saja mengharumkan nama bangsa di kancah internasional saat mengalahkan petinju asal Rusia, Pavel Malikov. Cino, panggilan akrab Daud, mampu menyabet dua gelar bergengsi.

Malikov dibuat tak berdaya saat beradu pukul dengan Daud di Yekaterinburg, Rusia pada Minggu 22 April waktu setempat. Daud memukul knocked-out (KO) Malikov pada ronde kedelapan dari 12 ronde yang dijadwalkan.

Sejatinya, Malikov yang berasal dari Rusia juga lawan tangguh karena belum pernah kalah dari 13 laga sebelumnya. Tapi petaka terjadi setelah pukulan Daud mengenai rusuk kirinya. Setelah itu, Malikov terjatuh dan tidak bangun hingga hitungan kesepuluh.
 

Baca: Menpora Paparkan Progres Persiapan Asian Games 2018


Kemenangan tersebut memberi Daud dua gelar juara kelas ringan, WBA Asia dan WBO Intercontinental. Torehan itu sekaligus membuka kesempatan untuk menantang juara dunia WBA, karena partai tersebut juga merupakan partai eliminasi gelar WBA.

Medcom.id mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Cino tentang kunci kemenangannya di Rusia dan apa yang jadi targetnya di masa depan. Berikut petikan wawancaranya:

Bisa diceritakan bagaimana perasaan Anda setelah memukul KO Malikov?

Saya sangat senang sekali melihat hasil pertandingan di mana saya bisa merebut dua gelar, WBO Intercontinental dan WBA Asia. Dengan posisi saya mampu merebut itu, maka saya masuk di rangking kedua dunia di WBA, nomor kesepuluh dunia di WBO, nomor kesepuluh juga di WBC dunia, dan kesepuluh dunia di IBF.

Kemenangan itu membuka peluang sebesar-besarnya bagi saya untuk menantang juara dunia di semua divisi dan mudah-mudahan saya bisa mendapatkan itu di tahun ini.


Apa yang jadi kunci kemenangan Anda atas Malikov?

Persiapannya kurang lebih empat bulan di Madrid, Spanyol. Tentu sangat panjang dan kuncinya saya mendengarkan instruksi atau strategi yang disiapkan oleh pelatih bagaimana mengatasi serangan-serangan lawan maupun menyerang lawan di setiap ronde.
 

Baca juga: Kalla: Indonesia Minimal 10 Besar di Asian Games 2018


Sebelum lawan Malikov, Anda sempat berlatih di Madrid. Apa perbedaan berlatih di luar negeri dan di sini?

Saya kira sama saja sih kedua-duanya. Hanya memang nanti kita lihat berikutnya saya bertanding di mana agar bisa menyesuaikan iklim sebenarnya. Jika kita bertanding di tempat dingin, maka di Eropa tentu sama iklimnya. Kalo kita bertanding di tempat yang panas, maka di Indonesia juga sangat panas ya. Jadi bergantung dengan di mana saya bertanding.

Selama di Spanyol, Anda juga dilatih pelatih dari luar, Gabriel Campillo. Ada komentar soal metode pelatihannya?

Saya kira semua pelatih punya strategi masing-masing. Saya empat bulan berlatih di sana, fokus menghadapi pertarungan, tentunya dengan metode-metode yang mereka (tim pelatih) berikan. Saya mampu menerima apa yang mereka ajarkan, apa yang mereka berikan, dan hasilnya memang sempurna karena bisa menyelesaikan pertarungan sesuai yang diharapkan."

Setelah ini, apa rencana terdekat Anda?

Sekarang ini saya masih istirahat karena saya juga harus menyembuhkan luka saya dan beberapa hari lagi mungkin saya kembali ke kampung halaman saya dan kumpul dengan keluarga.

Bagaimana dengan pertarungan berikutnya dan siapa lawannya?

Saya serahkan ke manajemen saya, Mahkota Promotion. Pak Raja Sapta Oktohari sebagai pimpinannya akan segera menyiapkan jadwal-jadwal untuk pertarungan saya berikutnya.

Kalau bisa memilih, untuk pertarungan berikutnya Anda ingin bertarung di mana?

Saya ingin tanding di Indonesia. Kenapa? karena akan sangat bangga sekali rasanya bertanding di depan publik sendiri, karena juga dukungan dari masyarakat pasati lebih terasa. 

Siapa petinju yang Anda idolakan?

Miguel Angel Cotto dari Puerto Rico, saya sangat mengidolakan dirinya. Dia adalah satu-satunya petinju yang berhasil jadi juara di lima kelas berbeda.

Harapan Anda untuk olahraga tinju di Indonesia?

Harapan saya tentu adanya generasi-generasi baru, karena jangan sampai habis di saya saja. Kita harus menyiapkan regenerasi baru supaya negara kita disegani dan diperhitungkan di mata dunia. 

Ada tips untuk petinju muda Indonesia, supaya bisa go Internasional seperti Anda?

Saya berharap kepada seluruh petinju muda Indonesia, baik dari Sabang sampai Merauke, untuk terus giat berlatih dan tanamkan semangat tanpa henti-hentinya karena kesempatan akan datang saat kita semangat untuk berlatih dan belajar dengan giat dan tetap rendah hati pastinya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?


Video: Cerita di Balik Kemenangan Daud Yordan




(ACF)