PON 2016 Jabar

Kemenpora Menilai PON 2016 Lebih Baik Ketimbang Dua Edisi Sebelumnya

A. Firdaus    •    12 Oktober 2016 03:41 WIB
pon 2016
Kemenpora Menilai PON 2016 Lebih Baik Ketimbang Dua Edisi Sebelumnya
Seluruh kontingen PON XIX/2016 Jabar mengikuti upacara penutupan di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat. (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasca penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, Kemenpora memberikan evaluasi. Jika dibandingkan dengan dua episode PON sebelumnya Kemenpora menilai ada peningkatan, meski dibumbui insiden kericuhan di beberapa cabang olahraga.

Deputi IV bidang Peningkatan dan prestasi Kemenpora, Gatot Dewa S Broto menilai peningkatan tersebut datang dari sikap kritis masyarakat yang teraktualisasikan melalui media sosial. Sementara mengenai kisruh yang terjadi, dinilai masih bisa diatasi.

"Sesungguhnya pada dua penyelenggaraan PON sebelumnya baik tahun 2008 di Kalimantan Timur dan juga tahun 2012 di Riau munculnya keluhan, protes dan terjadinya insiden juga cukup banyak," ujar Gatot.

"Kondisi tersebut sesungguhnya harus disikapi secara responsif dan proporsional, karena apa pun kejadian masalah yang muncul mudah terpublikasi secara secara cepat dan jika tidak ditanggapi secara proporsional pula maka mudah menimbulkan polemik yang berkepanjangan," terangnya.

"Sikap bijak dari Pangdam Siliwangi yang langsung menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya insiden di venue polo air menunjukkan bahwa pihak Pengurus Besar (PB) PON sudah berusaha merespons keluhan tersebut secara proporsional," lanjut Gatot.

Klik: Sebenarnya Bonus yang Didapatkan Owi/Butet Lebih dari Rp5 Miliar

Tentang kesiapan, Kemenpora juga menganggap PB PON telah berhasil menjawab tantangan dan keraguan publik.

"Menjelang pertandingan, ada beberapa venue yang belum sepenuhnya siap dan juga sarana (peralatan) yang harus dipenuhi. Namun demikian, hal tersebut akhirnya sebagian dapat diatasi tanpa harus membatalkan nomor-nomor pertandingan yang ada. Kondisi seperti itu harusnya tidak boleh terjadi seandainya pihak penyelenggara sudah sepenuhnya melakukan persiapan secara komprehensif," ungkap Gatot.

Gatot berharap penyelenggaraan PON di Jabar ini bisa memberikan acuan kepada PB PON berikutnya yang akan berlangsung di Papua pada 2020. Sementara itu aksi yang ditampilkan pada pembukaan dan penutupan di PON bisa menjadi pertimbangkan untuk digunakan di event Asian Games 2018 mendatang.

"Esensi pertunjukkan tersebut sebagian di antaranya akan kami pertimbangkan untuk ditampilkan pada saat acara pembukaan dan penutupan Asian Games XVIII tahun 2018 di Jakarta dan Palembang dengan sejumlah tambahan kreativitas dan inovasi lain sesuai standar kualitas pesta Asian Games," harapnya.

Seperti diketahui, tuan rumah Jabar berhak menjadi juara umum PON kali ini. Setelah berhasil memperoleh 217 medali emas, 157 medali perak dan 157 medali perunggu.
 


(KAU)