ASEAN Basketball League (ABL) 2017

Kehilangan Energi pada Kuarter Akhir, CLS Knights Kalah dari Slingers

Krisna Octavianus    •    26 November 2017 23:58 WIB
asean basketball league
Kehilangan Energi pada Kuarter Akhir, CLS Knights Kalah dari Slingers
Mario Wuysang (tengah) gagal membawa timnya memenangi pertandingan. (Foto: ist)

Singapura: Misi CLS Knights Indonesia menaklukan tuan rumah Singapura Slingers pada game kedua di Asean Basket Ball League (ABL) musim ini akhirnya kandas. Mario Wuysang cs harus mengakui keunggulan Slingers 66-77.

Salah satu penyebab kekalahan tim kebanggaan warga Arek Suroboyo ini adalah hilangnya energi pada kuarter keempat, yang membuat tim besutan Koko Heru Setyo Nugroho tersebut merasakan kekalahan pertamanya di ajang ABL.

Sempat unggul 58-56, CLS seperti kehilangan arah selepas itu. Mereka gagal mencetak poin setelah itu dan Slingers memanfaatkannya dengan baik dan akhirnya menang 77-66.

"Sebenarnya kami tidak bermain buruk pada tiga kuarter awal. Hanya saja kita seperti kehilangan energi di pertengahan kuarter empat yang akhirnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Slingers, sehingga momentum pun berpindah ke mereka,” ungkap Koko.

Absennya Duke Crews memang membuat irama permainan CLS Knights sedikit berubah, tapi Koko menampik bahwa kehilangan Duke Crews bukan suatu alasan yang harus dibesar-besarkan. Crews mengalami cedera ligamen dan digantikan oleh Evan Brock.

Bagi Koko, kekelahan ini dijadikan pelajaran sekaligus pekerjaan rumah bagi staf pelatih untuk bisa membuat Evan Brock lebih memahami iraman permainan CLS Knights baik saat bertahan maupun menyerang.

"Penampilan Evan Brock saya pikir malam ini dia oke untuk ukuran pemain yang baru pertama kali latihan bersama dengan kami dan langsung menghadapi salah satu tim kuat di ABL. Mungkin nanti menjadi tantangan buat saya untuk mencari solusi supaya problem chemistry Evan Brock dan para pemain lainnya bisa saling mengisi di game ketiga menghadapi Mono Vampire Thailand,” sambungnya.

Dalam catatannya lebih lanjut, game ini sangat berharga untuk memberikan pelajaran bagi skuad CLS Knights untuk merasakan atmosfer bermain di kandang lawan dan yang terpenting mereka belajar untuk fokus dan tidak kehilangan energi pada kuarter akhir pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Pada game tadi Evan Brock menjadi pendulang angka terbanyak bagi CLS Knights Indonesia dengan torehan 22 poin. Sementara tandemnya Brian Williams menjadi kolektor statistik terbanyak pada tiga kategori yakni 14 rebound, tiga assist, dan satu kali block. Untuk pertandingan selanjutnya CLS Knights Indonesia akan bertandang ke Thailand menghadapi Mono Vampire Thailand, Rabu 29 November.

 


(KRS)