Asian Para Games 2018

Kenyamanan Atlet Asian Para Games Jadi Prioritas INAPGOC

M. Rizky Adhestian    •    25 September 2018 14:54 WIB
asian para games
Kenyamanan Atlet Asian Para Games Jadi Prioritas INAPGOC
Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari saat seremonial pawai obor Asian Para Games 2018 (Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Jakarta: Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, tak main-main dalam upayanya menyukseskan gelaran Asian Para Games 2018 di Jakarta. Ia menegaskan bakal memberikan pelayanan maksimal agar atlet-atlet berkebutuhan khusus dari negara lain ini langsung mendapatkan kesan positif saat tiba di Indonesia.

Berbagai persiapan pun terus dilakukan. Salah satunya menggelar simulasi keberangkatan dan kedatangan kontingen Asian Para Games 2018 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa 25 September.

Dalam simulasi ini, INAPGOC menguji berbagai hal. Mulai dari menyediakan konter-konter imigrasi yang dikhususkan untuk atlet Para Games, proses loading barang, hingga pelayanan buat atlet saat menunggu proses loading, karena mayoritas dari mereka datang dengan menggunakan kursi roda.
 

Baca: Mengenal Cabor Boccia di Asian Para Games 2018


"Tantangan terberat adalah wheelchair (kursi roda), tapi yang electrical (elektrik), karena itu beratnya kurang lebih 100-130 kilogram. Nanti akan ada 1.100 kursi roda. Nah, kursi roda itu kita bagi tiga. Mechanical wheelchair, electrical wheelchair, dan non-wheelchair (menggunakan tongkat). Nah ini sama perlakuannya, ada treatment khusus," kata Okto.

Untuk mengakomodir permasalahan ini, Okto sudah menyiapkan sebanyak 250 sukarelawan dari empat divisi yaitu kedatangan-keberangkatan, divisi akreditasi, divisi transportasi, dan divisi protokoler. Mereka akan berkerja di Bandara Soekarno-Hatta sejak 29 September hingga 14 Oktober.

"Para atlet tidak apa-apa berlama-lama di sini (Bandara Soetta) asal nyaman. Tapi,  kalau sudah lama, terus tidak nyaman, itu masalah," lanjutnya.
 

Baca juga: Metro TV Resmi Ditunjuk sebagai Media Partner Asian Para Games 2018


"Kan mereka juga tidak buru-buru ketika baru datang. Tinggal bagaimana kita memastikan pelayanan supaya mereka merasa nyaman dan setelah itu flownya juga diatur mulai dari kedatangan, proses akreditasi, imigrasi, ambil barang, naik bus di antar ke atlet village dalam keadaan yang bahagia," tandasnya.

Usai melakukan simulasi di bandara, INAPGOC juga menggelar simulasi transportasi dari Para Village Kemayoran menuju venue-venue lomba bersama Para Atlet (disabilitas). Diharapkan, waktu tempuh maksimal untuk atlet menuju ke venue pertandingan adalah 30 menit.

Asian Para Games 2018 akan resmi dibuka dengan seremonial pembukaan pada 6 Oktober dan berlangsung hingga 13 Oktober. Sebanyak 18 cabang olahraga akan dipertarungkan 2.888 atlet dari 42 negara pada edisi ketiga ini.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Strategi INAPGOC Demamkan Asian Para Games 2018



(ACF)