Menpora Minta Pemda Perhatikan Atlet Difabel

Roni Kurniawan    •    16 Oktober 2016 11:23 WIB
peparnas 2016
Menpora Minta Pemda Perhatikan Atlet Difabel
Menpora Imam Nahrawi (Foto: Roni/MTVN)

Metrotvnews.com, Bandung: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memperhatikan kesejahteraan para atlet difabel. Bahkan Imam berharap setiap pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk National Paralympic Committee of Indonesia (NPC) setiap tahunnya.

NPC yang merupakan induk organisasi olahraga bagi penyandang disabilitas di Indonesia ini telah resmi dipisahkan dengan KONI oleh Kemenpora. Hal itu menjadi salah satu upaya agar para atlet penyandang disabilitas memiliki porsi khusus terutama dalam pemberian anggaran dari setiap daerah.

"Di daerah itu hanya menganggarkan KONI dan cabor-cabor lain. Mestinya NPC dan cabor-cabor dibawah NPC harus dianggarkan dengan baik," kata Imam usai membuka Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Sabtu (15/10/2016).

Imam mengatakan, untuk mewujudkan hal itu harus memiliki kemauan serta perhatian oleh setiap kepala daerah baik Gubernur, Walikota ataupun Bupati. Sehingga dalam setiap tahunnya NPC benar-benar terakomodir dan pasti menerima anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kemauan ini yang kami dorong agar Gubernur, Walikota juga ada kemauan yang sama. Ini terkait politik anggaran karena alokasinya harus dari APBD," kata politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu dari Kemenpora sendiri, lanjut Imam, hanya memiliki kewenangan untuk memberikan bonus kepada para atlet yang berprestasi. Namun ia pun tidak memungkiri terus memperhatikan masa depan para atlet difabel agar memiliki kehidupan yang layak.

"Yah saya kira dengan kewenangan yang kami miliki, untuk bonus masih kita kaji," cetusnya.

Namun, Imam berharap, setiap kepala daerah memberikan perhatian khusus untuk masa depan para atlet difabel tersebut. Bahkan Imam mengingingkan perhatian kepada para atlet difabel di setiap daerah tidak terikat dengan mekanisme APBD dengan aturan yang baku untuk mewujudkan kesejahteraan bersifat jangka panjang.

"Jadi kita harap berikutnya ada lembaga baru yang tidak terikat dengan mekanisme penganggaran APBD yang bisa sewaktu-waktu dipakai untuk memberikan kesejahteraan atau pun bonus kepada para atlet difabel. Mungkin saja berbentuk badan usaha atau yayasan berbentuk olahraga," pungkasnya.

 


(KRS)