Jelang SEA Games 2017

Satlak Prima Targetkan 65 Emas di Sea Games 2017

Media Indonesia    •    04 November 2016 13:01 WIB
sea games
Satlak Prima Targetkan 65 Emas di Sea Games 2017
Atlet lompat jauh Bali Maria Natalia Londa (kanan) dan atlet lari 100 meter Jatim Niafatul Aini (kiri) mengikuti tes seleksi atlet Sea Games 2017. (Foto: Ant/Indrianto Eko Suwarso)

Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk mencapai hasil maksimal di SEA Games 2017, 12 cabang olahraga dinilai perlu melakukan pemusatan latihan di luar negeri. Hal itu dilakukan karena sarana yang ada di dalam negeri dinilai kurang mendukung untuk meningkatkan kemampuan atlet.

"Itu atas usulan pengurus besar cabang olahraga, sedangkan Satlak Prima hanya memfasilitasi. Pemusatan latihan tersebut akan berlangsung Februari hingga Juni tahun depan. Kami menganggap ini sangat penting karena banyak lingkungan olahraga kita yang tidak didukung dengan fasilitas yang memiliki kualitas unggulan," ujar Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto di Jakarta, kemarin.

Ke-12 cabang yang akan melakukan pelatnas di luar negeri ialah akuatik yang akan berlatih di Australia, atletik (Kenya), tinju (Kuba/Uzbekistan), equestrian (Jerman), anggar (Eropa Timur), judo (Korea), taekwondo (Korea), ski air (Amerika Serikat), wushu (Tiongkok), karate (Jepang, Turki), angkat besi (Afrika Selatan), dan sepeda (Australia).

Di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia akan menurunkan sekitar 360 atlet yang akan tampil di 30 dari 38 cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari 30 cabang olahraga itu, 17 di antaranya diprediksi bisa menyumbang 65 medali emas untuk bisa menempati peringkat empat atau tiga.

Baca: Usain Bolt Kembali Bertanding


Jumlah 65 emas itu di atas pencapaian Indonesia di SEA Games 2015 Singapura. Saat itu Indonesia meraih 47 emas, 61 perak, 74 perunggu, dan menempati peringkat lima.

"Target tersebut dapat direalisasikan apabila didukung perencanaan performa, dukungan sport science, strenghth and conditioning, kapasitas pelatih, dan ketercukupan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemusatan latihan. Dalam prosesnya kami akan memonitor secara berkala. Jika ada atlet yang performanya menurun, akan didegradasi," sambung Soetjipto.

Tentang pagu anggaran sebesar Rp500 miliar untuk pembinaan Satlak Prima 2017 yang telah disetujui DPR, dinilai Soetjipto cukup untuk meningkatkan performa atlet pada 2017. Namun, Satlak Prima diminta untuk menggunakan anggaran tersebut secara efisien.


Baca: Akhirnya, Atlet Peraih Medali di Olimpiade Terima Bonus


"Tidak boleh ada tumpang -tindih kegiatan. Prioritas juga harus dipertajam. Mengacu pada target itulah kami hanya mengikutsertakan cabang yang berpotensi meraih medali di SEA Games nanti," tegas Soetjipto.

Siapkan bibit atlet

Keseriusan pemerintah untuk menyiapkan bibit atlet unggulan makin ditunjukkan dengan mengalihfungsikan Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) menjadi Sekolah Khusus Olahraga (SKO).

Langkah itu diwujudkan dengan kerja sama Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan menjadi SKO, jelas Deputi II Bidang Pembudayaan Olaharaga Kemenpora Raden Isnanta, proses pembinaan olahraga dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa bisa disatukan.

Saat ini, SKO yang telah dan sedang dibangun terdapat di 12 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Timur, Sumatra Barat, Sulawesi Tengah, Papua, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Jawa Tengah.

Video: Murray Lolos ke Babak Ketiga, Wawrinka Tersingkir
 


(ASM)