Madrid Open 2017

Peran Penting Sharapova di Balik Kebangkitan Bouchard

A. Firdaus    •    11 Mei 2017 14:46 WIB
tenis
Peran Penting Sharapova di Balik Kebangkitan Bouchard
Pertemuan Maria Sharapova dengan Eugenie Bouchard pada semifinal Rolland Garros 2014 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Madrid: Eugenie Bouchard dikenal sebagai salah satu penggemar berat Maria Sharapova. Seiring waktu berjalan, siapa sangka kalau hubungan keduanya menjadi satu ikatan rivalitas di lapangan tenis.

Bahkan belakangan ini, Bouchard memandang Sharapova bukan lagi sebagai pemain yang ia idolakan. Melainkan sosok yang paling ingin ia singkirkan ketika bertemu dengan petenis Rusia tersebut.

Penyebabnya tak lain, Bouchard kesal dengan keringanan sanksi yang diberikan Sharapova terkait penggunaan doping, dan menganggap mantan idolanya tersebut telah melakukan kecurangan.

Klik di sini: 'Perang Dingin' Sharapova dengan Bouchard Berlanjut di Lapangan

Kebetulan pada Madrid Open, Bouchard mendapatkan kesempatan untuk meluapkan kekecewaannya terhadap Sharapova. Kedua petenis cantik ini bentrok pada babak kedua.

Beruntung, luapan kekecewaan Bouchard terhadap Sharapova berakhir manis. Petenis berperingkat 59 dunia itu mampu menyingkirkan Sharapova dengan pertarungan tiga set Senin lalu.

Tren positif itu berujung pada penampilan Bouchard di babak kedua. Ia mampu memenangi laga saat berhadapan dengan Angelique Kerber dini hari tadi. Mantan juara Wimbledon junior itu diuntungkan dengan kondisi Kerber yang mengalami cedera hamstring sehingga harus mundur saat kedudukan 6-3 5-0 untuk keunggulan Bouchard. Ia berdalih, kemenangan dari Sharapova menjadi motivasi buatnya untuk melanjutkan perjalanannya di Madrid.

"Yang pasti menang atas Sharapova memberi saya kepercayaan diri. Kemenangan pertama saya memberi saya kepercayaan diri. Merasa sedikit lebih baik dan membuat percaya diri saya datang lagi, " ujar Bouchard.

Bisa jadi kepercayaan diri usai mengalahkan Sharapova sebagai salah satu faktor penting kebangkitan Bouchard. Padahal dalam beberapa waktu ke belakang, Bouchard seakan menghilang dari dunia tenis.

Tercatat hampir dua setengah tahun penampilannya menurun dan jarang meraih gelar WTA Tour sekalipun. Tapi kini pemain berusia 23 tahun tersebut mulai meniti kembali kariernya, termasuk ketika tampil pada turnamen ITF bulan lalu.

"Saya pikir ada banyak faktor. Pertama-tama, tidak bisa bermain dalam turnamen tenis dengan skala yang luar biasa, itu sudah pasti. Setiap orang mengalami pasang surut. Saya jelas-jelas memiliki lebih banyak keterpurukan daripada yang saya inginkan," jelas Bouchard.

"Saya pikir secara mental tidak berada di tempat yang tepat, membiarkan suara dari luar masuk, sehingga memberi tekanan ke saya. Beberapa hal di sana sini yang memengaruhi saya pada waktu yang berbeda. Ini adalah tiga pertandingan awal yang baik dan Saya ingin melakukan 50 kali lagi tahun ini. Ada jalan yang panjang di depan saya," imbuhnya.

Klik di sini: Djokovic dan Nadal Susah Payah Tembus Babak 16-Besar

Pasang surut memang telah dilalui Bouchard, meski usianya yang masih muda. Ia pernah mencatatkan rekor buruk dalam karier tenis profesional dengan hanya 31 kemenangan dan 24 kali kalah.

Sementara Prestasi terbaik Bouchard adalah menjadi runner up di International Hobart (Australia) dan Malaysia Terbuka pada 2016. Meski begitu, Bouchard pernah meraih petenis Kanada terbaik sebanyak empat kali.

Sekarang, Bouchard berupaya untuk menjaga konsistensi ini demi bisa memperbaiki peringkatnya di rangking WTA. Salah satu yang paling dekat adalah, bisa menyingkirkan Svetlana Kuznetsova di babak perempat final Madrid Open.

Lorenzo Memiliki Masalah dengan Ban Michelin
 


(FIR)