SEA Games 2017

Persiapan yang Minim jadi Kendala Timnas Basket Putri Indonesia

Alfa Mandalika    •    28 Agustus 2017 13:36 WIB
sea games 2017
Persiapan yang Minim jadi Kendala Timnas Basket Putri Indonesia
Pebasket putri Indonesia Christaline Nathasa (kanan) berebut bola dengan pebasket putri Filipina Lim Allana May dalam pertandingan setengah kompetisi SEA Games XXIX Kuala Lumpur. (Foto:Ant/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Minimnya persiapan menjadi salah satu hal yang dievaluasi tim nasional bola basket putri setelah gagal memenuhi target medali perak pada SEA Games ke-29/2017 di Malaysia.

"Menurut saya, persiapan tiga bulan untuk SEA Games kurang karena idealnya lima sampai enam bulan. Nantinya itu latihan fisik dan latihan beban," kata manajer tim nasional bola basket putri Njo Lie Wen seperti dikutip Antara. 

Pada pesta olahraga Asia Tenggara itu, timnas bola basket putri memperoleh medali perunggu dengan catatan empat kemenangan dan dua kekalahan dari enam laga. Njo Lie Wen melanjutkan, saat ini pertandingan bola basket cenderung mengandalkan kekuatan dan kecepatan para pemain. "Jadi akan berat kalau punya teknik bagus tetapi tidak diikuti fisik yang mumpuni," tutur dia.

Baca: Valentino Rossi Isyaratkan Belum Mau Pensiun dari MotoGP


Terkait performa timnas putri di SEA Games, Njo Lie Wen menyebut anak-anak asuhnya kurang beruntung karena kalah selisih skor akhir pertandingan dari peraih medali perak Thailand, yang bersama Indonesia dan Filipina memiliki poin serupa di klasemen yaitu 10 poin.

Sebagai informasi, jika ada tiga tim dengan poin yang sama di klasemen, peringkat ditentukan dari selisih skor akhir ketika ketiga tim itu saling berhadapan. Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 61-70 atau selisih sembilan poin, sementara Indonesia menang dari Filipina 78-68 atau dengan selisih skor akhir 10 poin.  

Artinya Indonesia punya tabungan poin +1 (hasil dari 10 poin kemenangan dikurangi sembilan poin kalah). Thailand, yang unggul sembilan poin dari Indonesia di pertandingan, kalah dari Filipina dengan skor 67-69 atau berselisih dua poin. Ini yang membuat Thailand memiliki tabungan poin +(plus) 7. Filipina gagal meraih medali karena selisih skor dari laganya melawan Indonesia serta Thailand hanya -(minus)8.

Jarak skor akhir ketika takluk dari Thailand inilah yang disesali Njo Lie Wen. Seandainya bisa mencetak skor lebih banyak, tabungan poin Indonesia tentu meningkat. "Penyerangan kami agak kendor ketika melawan Thailand," kata Njo.

Baca: Tersisa Enam Balapan MotoGP, Ini Janji Valentino Rossi


Akan tetapi, Njo Lie Wen yakin hasil perunggu itu tidak membuat timnas putri inferior dibandingkan Malaysia, yang mendapatkan medali emas dan Thailand si peraih perak SEA Games 2017.

"Kekuatan Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina masih seimbang di sektor putri bola basket. Akan tetapi untuk SEA Games ini, Malaysia sebagai tuan rumah lebih siap," ujar Njo.

Sebagai informasi, perolehan perunggu timnas bola basket putri Indonesia ini adalah yang kedua sepanjang keikutsertaan di SEA Games. Sebelumnya, medali yang sama diperoleh pada SEA Games 1997 di Jakarta. Perunggu di SEA Games 2017 ini juga berarti timnas putri gagal mencapai target yang dicanangkan dan tidak bisa mengulang prestasi SEA Games ke-28/2015 di Singapura, yang meraih medali perak. (Ant)

Video: Indonesia Tambah Perak dan Perunggu dari Balap Sepeda



(ASM)