Jelang Asian Games 2018

Inasgoc Pastikan 431 Nomor

Media Indonesia    •    27 Juli 2017 07:00 WIB
asian games 2018
Inasgoc Pastikan 431 Nomor
Gambar maskot saat peresmian logo dan maskot Asian Games 2018. (Tengah). (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Pelaksa Asian Games 2018 (Inasgoc) 2018 memastikan sebanyak 431 nomor pertandingan dari 39 cabang olahraga akan dipertandingkan pada pesta olahraga negara-negara Asia tersebut.

Ketua Inasgoc Erick Thohir mengatakan pihaknya sebenarnya mengusulkan 426 nomor ke Komite Olimpiade Asia pada 18-19 Juni lalu.

Namun, OCA menambahkan lima nomor pertandingan sehingga total nomor yang dilombakan menjadi 431.

"Lima nomor itu OCA yang tentukan, tetapi sampai sekarang belum ada keputusan dan kita berharap sebelum Rapat Koordinasi Komite bulan depan OCA sudah ada keputusan," ujar Erick seusai acara silaturahim antara cabang olahraga dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (25/7) malam.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Inasgoc Harry Warganegara menuturkan, untuk penentuan lima cabang olahraga memang OCA yang memiliki kewenangan sebagai penyelenggara Asian Games.

Baca: Timnas Boli Voli Putra Indonesia Tantang Korsel di Perempat Final


Namun, lanjut Harry, Inasgoc tetap menganjurkan cabang-cabang untuk menegosiasikan langsung ke OCA jika ingin berpartisipasi.

"Ini sudah diskresinya Presiden OCA dan kita enggak bisa ikut campur. Tapi cabang olahraga silakan kalau mau lobi-lobi ke OCA," ujar Harry.

Delapan negara

Menjelang berlangsungnya Asian Games 2018, tim pencak silat Indonesia berniat menggelar test event sebagai uji coba arena dan kesiapan tim.

Sekretaris Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Erizal Chaniago mengatakan, dalam uji coba yang rencananya digelar pada 10-14 Februari tersebut, mereka mengundang 10 negara.

Erizal menjelaskan test event tersebut akan mempertandingkan 16 kelas yang terdiri atas 10 nomor tanding dan enam nomor seni (jurus).

"Sampai hari ini sudah ada delapan negara yang konfirmasi, di antaranya Iran, Timor Leste, Korea Selatan, dan Jepang. Test event itu kami anggap sebagai latih tanding dan juga uji coba venue yang berlokasi di padepokan pencak silat Taman Mini Indonesia Indah," jelas Erizal.

Sayangnya, menjelang berlangsungnya test event mereka masih memiliki kendala terkait dengan izin renovasi bangunan karena hingga kini padepokan pencak silat masih belum diperbaiki.

Baca: Timnas Voli Putra Penuhi Target, Menpora Bakal Guyur Bonus


"Bangunan padepokan itu punya Yayasan Pencak silat Indonesia, tidak ada keterkaitannya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ataupun Sekretariat Negara (Setneg) sehingga sampai sekarang belum direnovasi. Kendala hanya di masalah atap yang sampai sekarang masih bocor. Kalau untuk perlengkapan teknologi informasi dan sistem scoring, itu sudah bagus semua," jelas Erizal.

Kontras dengan silat, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) terpaksa menunda penyelenggaraan test event hingga Februari tahun depan lantaran ketiadaan anggaran.

Ketua Umum PB Porlasi Darwanto mengatakan semula pihaknya berencana menggelar test event di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada November mendatang.

Video: Tundukkan Qatar, Timnas Voli Melaju ke Perempat Final



(ASM)