Tour de Singkarak 2018

Berkacamata Tebal, Pembalap Sepeda Ini Justru Cetak Hattrick

Kautsar Halim    •    08 November 2018 08:21 WIB
olahragatour de singkarak
Berkacamata Tebal, Pembalap Sepeda Ini Justru Cetak Hattrick
Muhammad Abdurrahman-Medcom.id/Zam

Agam: Muhammad Abdurrahman mampu cetak hattrick menjadi pembalap terbaik Indonesia di ajang Tour de Singkarak (TdS) 2018 selama tiga etape berturut-turut, yakni etape 2, 3 dan 4. Ia hanya kalah dari Novridianto Jamilidin, dari tim PGN pada etape 1. 

Senyum lebar selalu terlihat ketika Abdurrahman naik podium di tiga etape terakhir untuk menerima jersey Merah Putih--simbol pembalap terbaik Indonesia. Namun, uniknya Abdurrahman selalu berkacamata setiap naik podium, terlihat agak lucu, bahkan terkesan janggal memang.

Setelah dikonfirmasi langsung kepadanya, ternyata mata Abdurrahman memang minus cukup besar. Meski begitu, dia menekankan, kekurangannya bukan kendala untuk berprestasi. Terlebih lagi, ada anggota tim yang siap membantu.

Baca juga: Kelok 44 Diselimuti Kabut dan Hujan Deras, Pembalap Thailand Menangi Etape 4


Selebrasi Muhammad Abdurrahman sebagai pembalap terbaik Indonesia. (Foto: Medcom.id/Zam)

"Mata kiri saya minus 8 dan mata kanan minus 6. Saya bismillah saja tiap balapan. Kondisi ini bukan masalah karena saya mengenakan soft lens yang ditutup dengan kacamata bersepeda ketika balapan," ujar Abdurrahman usai menyelesaikan etape 4 TdS 2018, di Kabupaten Agam, Rabu 7 November.

"Alhamdulillah setelah itu dilakukan, pandangan tidak terganggu. Tapi, pencapaian ini berkat semangat tinggi, kerja sama tim dan Allah juga," tambah pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Abdurrahman finis di urutan 18 dengan catatan waktu 3 jam 53 menit dan 18 detik pada etape 4. Pencapaian itu tidak mudah karena dia harus bersaing dengan 91 pembalap lain dan melewati rute ekstrem sejauh 144 kilometer.

Baca juga: Pembalap Tour de Singkarak Nikmati Makan Bajamba di Istana Pagaruyung


Seremoni penyerahan hadiah untuk Muhammad Abdurrahman sebagai pembalap terbaik Indonesia. (Foto: Medcom.id/Zam)

Tiga titik sprint sudah menyambut Abdurrahman dan pembalap lain ketika bendera start berkibar di Pantai Cimpago, Kota Padang. Setelah itu, mereka semua langsung ditantang tikungan yang menanjak di Kelok 44, sebelum finis di Ambun Pagi, Kabupaten Agam. 

"Tanjakan di sini cukup terjal dan pesaingnya pun berat sekali. Ada dari tim PGN, Sapura, St George dan banyak lainnya. Mereka semua punya climber sangat handal," kata Abdurrahman yang memang bertugas sebagai climber di tim KFC.

"Tapi Alhamdulillah, untuk pertama kalinya bisa bersaing di klasemen umum tim. Selain itu, saya juga masih bertahan sebagai pembalap terbaik Indonesia. Ini semua berkat kerja sama tim," tambahnya menutup.

Pencapaian di etape 4 membuat total waktu Abdurrahman sementara menjadi 15 jam 52 menit 37 detik. Dia unggul lebih dari 2 menit dengan Abdul Soleh dan Agung Ali Sahbana yang merupakan rekan setim.

Video: 19 Pemain Asing Siap Berlaga di IBL
 


(RIZ)