Seri I Srikandi Cup 2017

Start Apik Merpati Bali dan Surabaya Fever

Krisna Octavianus    •    27 November 2017 19:45 WIB
basket putri
Start Apik Merpati Bali dan Surabaya Fever
Lamia Rasidi, point guard Merpati Bali (Foto: ist)

Makassar: Merpati Bali mengawali kiprah mereka di kompetisi Basket Putri Srikandi Cup dengan torehan positif, Senin 27 November siang WIB. Mereka berhasil menang atas Tenaga Baru Pontianak dengan skor 83-51.

Merpati Bali baru menemukan ritme permainan terbaiknya pada pertengahan kuarter kedua, setelah pada kuarter awal mereka harus mengakui keunggulan Tenaga Baru 11-12. Dimotori oleh para pemain seperti Helena, Lamia, dan Yusranie, Merpati Bali akhirnya bisa keluar dari tekanan para pemain Tenaga Baru. Merpati Bali akhirnya mampu menutup dua kuarter pertama dengan keunggulan 36-23.

Setelah half-time, tim asal Pulau Dewata tersebut kembali mendominasi permainan. Baik Yusranie, Kadek Pratita Dewi, dan Helena Tumbelaka bahu membahu mengambil alih peran perolehan skor timnya, sekaligus mengantarkan mereka dengan keunggulan sementara 62-35. 

Memasuki kuarter penutup, Tenaga Baru terus berupaya keras mengejar ketertinggalan mereka. Sayangnya, usaha Fanny Kalumata dan rekan-rekannya gagal. Merpati Bali menang 83-51, sekaligus meraih start yang bagus di Pool B.

Menariknya, dalam game ini Bambang Asdianto Pribadi tidak memberikan banyak porsi bermain kepada dua pilar permainan mereka yakni Ayu Sriatha Kusuma dan juga Agustin Gradita Retong. Hal tersebut dikarenakan keduanya baru saja mengikuti seleksi timnas Indonesia 3x3. Bahkan, jika Merpati Bali bisa melangkah ke babak semifinal, kedua pemain tersebut dipastikan absen karena harus mengikuti test event 3x3.

"Jika dilihat dari permainan secara keseluruhan saya sangat puas karena para pemain saya memberikan andil yang besar. Memang Ayu dan Dita tidak saya turunkan sejak awal, karena mereka baru mengikuti seleksi 3x3 di Jakarta dan baru saja tiba tadi siang. Mereka berdua merupakan jantung tim ini, tapi para pemain kami lainnya bisa menjawab tantangan saya. Selanjutnya, saya akan memikirkan cara bagimana kami akan kehilangan Ayu dan Dita jika kami lolos ke babak semifinal. Untuk itu saya akan mengubah strategi permainan dengan menurunkan komposisi 4 pemain small dan 1 pemain center," ujar pelatih kepala Merpati Bali, Bambang Asdianto Pribadi.

"Game pertama kami oke. Hanya saja masalah klasik kami adalah jarang latihan bersama dan belum ada chemistry. Tapi saya yakin ke depannya dengan tambahan amunisi baru, kami bisa berbicara di pertandingan selanjutnya," ujar Kapten tim Tenaga Baru, Fanny Kalumata.

Sementara itu, juara bertahan Surabaya Fever juga memetik kemenangan pada pertandingan pertama mereka melawan Merah Putih Samator Jakarta 81-50. Meski demikian pelatih Fever, Wellyanto Pribadi, mengaku belum puas dengan performa para pemainnya.

"Sebagai tim juara bertahan kami tampil di bawah performa. Mungkin ini karena game awal jadi mereka belum lepas. Kami baru menemukan ritme kuarter ketiga dan keempat. Saya harap pertandingan berikutnya mereka akan lebih siap,” katanya.

Seri pertama Srikandi Cup 2017 berlangsung di Makassar pada 27 November sampai 2 Desember. Selanjutnya, seri kedua akan berlangsung pada 29 Januari sampai 4 Februari di Surabaya.

 


(ACF)