Menpora Lantik 1.500 Pemuda PMMD

Rendy Renuki H    •    15 November 2017 17:21 WIB
kemenpora
Menpora Lantik 1.500 Pemuda PMMD
Menpora Imam Nahrawi (duduk di tengah) saat melantik 1.500 pemuda PMMD di GO POPKI Cibubur, Rabu (15/11) (Dok. Kemenpora)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melantik 1.500 pemuda dari 10 Provinsi dalam program Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) di GOR POPKI Cibubur, Rabu 15 November. Imam berpesan agar program ini bisa menjadi contoh bagi pemuda lain untuk membangun desanya masing-masing.

PMMD menjadi salah satu program unggulan Kemenpora di bawah program besar Deputi Pengembangan Pemuda. Nantinya, 1.500 pemuda ini akan bertugas di desa yang telah ditetapkan oleh Kemenpora. 

"Saya ingin kalian menjadi prototipe pemuda yang hebat, mampu menjadi pelopor, hingga menjadi inspirasi bagi pemuda desa. Makanya akan saya pantau betul. Saya tidak ingin program ini sia-sia," kata Menpora.

Para peserta PMMD ini menjadi perhatian pemerintah karena ke depannya, hasil dari program ini akan menjadi titik pijak untuk menambah dan mengembangkan pembangunan dari daerah pinggiran dan kelompok masyarakat terkecil, sesuai program nawa cita Presiden Joko Widodo.

Baca: Sandiaga Uno Berharap Jakarta Terekspos Lewat Asian Games 2018


Tujuan program ini adalah memfasilitasi pemuda untuk mewujudkan kemandirian pemuda serta mengembangkan potensi pemuda agar memiliki jiwa kepemimpinan, kepeloporan dan kesukarelawanan.

Dengan PMMD, pemerintah berharap pemuda yang terpilih nantinya mampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru bagi pemuda pedesaan. 

"PMMD adalah motor perubahan mulai dari pedesaan. Kalian harus membuat pelatihan dan lakukan kegiatan yang bermanfaat," tandasnya. 

1.500 pemuda ini terpilih dari dari 10 provinsi yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat. 

Tiap pemuda akan mendapatkan bantuan operasional sebesar Rp3 juta per bulan selama tiga bulan penugasan. Selain itu, ada pula paket bantuan Rp19 juta per orang untuk dijadikan modal awal mereka menjalankan ide-idenya.

"Kasih tahu ke masyarakat desa kalian kalau ‘Saya adalah kadernya Pak Jokowi’. Ini seperti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dibiayai negara, saya tidak mau ini gagal," tutup Imam.

 


(REN)