SEA Games 2017: Cabor Angkat Besi

Eko Yuli: Persiapan Minim, Bagaimana Bisa Terwujud!

Kautsar Halim    •    28 Agustus 2017 20:55 WIB
angkat besisea games 2017
Eko Yuli: Persiapan Minim, Bagaimana Bisa Terwujud!
Eko Yuli mengaku persiapan yang kurang matang menjadi penyebab kegagalannya meraih emas-MTVN/Kautsar

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Lifter terbaik Indonesia Eko Yuli Irawan mengutarakan alasan kegagalan dirinya di ajang SEA Games 2017. Menurutnya, tren negatif itu tercipta karena persiapan yang kurang matang. 

"Sekarang persiapan saja minim, tapi saya tetap dituntut berprestasi. Jadi, bagaimana itu bisa terwujud," kata Eko seusai bertanding di Hall 1 Malaysia International Trading and Exhibition Center (MITEC), Senin 28 Agustus 2017.

Eko dianggap gagal karena hanya meraih perak. Ia yang ditargetkan medali emas dikalahkan lifter muda asal Vietnam, Trinh Vanh Vinh, yang masih berusia 22 tahun.

Baca juga: Eko Yuli Dikalahkan Lifter 22 Tahun

Vinh menjadi yang terbaik dengan total angkatan 307 kilogram. Jumlah itu didapat setelah melakukan angkatan snatch 135kg dan angkatan clean & jerk 172kg.

Sementara itu, Eko yang merajai angkat besi kelas 62kg SEA Games hanya menorehkan total angkatan 306kg. Torehan itu didapat lewat angkatan snatch 140kg dan clean & jerk 166kg.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Eko, persiapan kurang matang terjadi akibat minimnya asupan nutrisi yang kurang lengkap, ketidaktersediaan suplemen, keterlambatan akomodasi dan makanan yang kurang layak. 

Baca juga: Jonatan Christie Satu-satunya Harapan untuk Mendulang Emas

"Jika sudah seperti itu, pelatih mau kasih latihan berat juga tidak bisa. Jadi, kita bergerak mandiri saja ketika mempersiapkan diri," kata Eko. 

"Sebenarnya, tempat latihan sudah bagus di Bandung. Tapi, coba saja dikontrol apakah suplemen kita tercukupi, terus nutrisi kita juga sudah terpenuhi atau belum," ujar Eko.

"Kemudian, dari segi makanan juga kurang layak. Ditambah lagi akomodasi salah satu vitamin kita juga telat," lanjut pemilik medali perak Olimpiade 2016 Brasil tersebut.

Baca juga: Tim Bola Voli Putra Indonesia Gagal Sabet Emas

Pernyataan Eko diamini Alamsyah Wijaya, selaku manajer tim angkat besi Indonesia. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak atas berbagai kendala finansial, karena dana dari pemerintah melalui Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) juga mandek. 

"Waktu Olimpiade, persiapan kami sangat luar biasa. Mulai dari makanan bagus, nutrisi, terapi pijat, hingga biaya perawatan cedera bisa turun semua. Tapi menyambut SEA Games ini enggak ada yang cair sama sekali," pungkas Alamsyah.

Video: Lifter Surahmat Sumbang Medali Perak untuk Indonesia
 


(RIZ)