SEA Games 2017

Analisis Satlak Prima Terkait Target 60 Medali Emas SEA Games 2017

Krisna Octavianus    •    15 Mei 2017 19:00 WIB
sea games 2017
Analisis Satlak Prima Terkait Target 60 Medali Emas SEA Games 2017
Ilustrasi (Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Ahmad Sutjipto menargetkan kontingen Indonesia meraih 50-60 medali emas di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut analisisnya, dengan jumlah medali emas itu, Indonesia bisa duduk di peringkat keempat.

Perhitungan 50-60 medali emas tak terlepas dari keputusan Malaysia sebagai tuan rumah, yang menghapus beberapa nomor andalan Indonesia di SEA Games yang digelar pada 19-30 Agustus 2017 itu. Diakui Ahmad Sutjipto, penghapusan itu memberatkan peluang Indonesia mendulang banyak medali emas di SEA Games.

Malaysia diketahui memasukkan tujuh cabang olahraga (cabor) yang tidak familiar di Indonesia. Dari tujuh cabor itu, disebut Pak Cip -sapaan Ahmad Sutjipto-, Indonesia sudah kehilangan 30 medali emas sekaligus. Sementara Malaysia malah bisa mengambil 30 medali emas di tujuh cabor baru itu.

Baca juga: Ahmad Sucipto: Masalah Performa Atlet, itu Urusan Satlak Prima

"SEA Games Kuala Lumpur mempertadingkan 38 cabor, 405 nomor tanding (number event). Dari 38 cabor, ada 10 cabang atau 10 disiplin nomor yang menjadi andalan kita tidak dipertandingkan, antara lain rowing, kano, perahu naga, angkat besi putri, voli pantai, beberapa nomor perlombaan sepeda, tinju putri, futsal purti, gulat, karate nomor-nomor kumite  tertentu, itu tidak dipertandingkan. Dari cabor-cabor tadi kita kehilangan hampir kehilangan 30 medali, itu menjadi faktor bagi kita yang sangat memengaruhi perolehan medali kita. Pasalnya, 30 medali sudah tidak bisa kita ambil," ungkap Pak Cip kepada Metrotvnews.com, Senin (15/5/2017).

"Lalu, ada cabang-cabang yang di mana kita belum memiliki sisi kompetitif yang tinggi karena cabang-cabang itu masih baru dan belum populer di Indonesia, tapi dimasukkan oleh Malaysia. Lawn ball, net ball, ski es, rugby seven, cricket, hoki es, dan petangue. Total ada tujuh. Dari tujuh cabor ini saja, Malaysia bisa ambil 30 medali sendiri. Jadi, kita hilang 30 medali, Malaysia justru bisa ambil 30 medali baru.," lanjutnya.

Baca juga: Enam Cabor jadi Andalan Indonesia di SEA Games 2017

"Di SEA Games yang lalu, kita hanya berhasil mendapatkan 47 medali emas. Jadi dengan 30 hilang, 30 medali emas kemungkinan diambil Malaysia, kita harus realistis. Sampai sekarang hitungan kita yang kita dapat adalah 50-60 medali emas. Itu yang harus kita pertahankan. Itu adalah challenging goals kita agar kita bisa naik peringkat dari peringkat lima menuju ke peringkat empat," sambungnya.

Pak Cip menyebutkan, kalau Indonesia mau naik ke peringkat ketiga, setidaknya harus meraih 80 medali emas. Hitung-hitungannya adalah 20 persen dari jumlah medali emas yang diperebutkan, yakni 405. Diakuinya hal itu cukup berat. 

"Kecuali, ada anomali. Misalnya, Malaysia menggunakan faktor tuan rumah, sehingga kemudian bisa meraup medali sebanyak-banyak seperti Indonesia pada SEA Games 2011. Contoh saja mereka bisa meraup 130 medali, Thailand pasti di atas 100 medali emas. Sehingga dari dua negara itu saja, medali yang tinggal diperebutkan sekitar 180-an. Dikeroyok oleh Indonesia, Singapura, Filipiana, dan Vietnam. Kalau kita dapat 60, mungkin kita bisa naik ke peringkat ketiga, tapi ini distribusi yang tidak normal," pungkasnya.

Video: Menpora Harapkan Kejutan di Piala Sudirman 2017
 


(RIZ)